IHSG Sempat Sentuh Level 7.400, Analis Ungkap Pemicu Penguatan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan penguatan signifikan pada perdagangan Senin (21/7/2025) dengan sempat menyentuh level psikologis 7.400. Penguatan ini ditopang oleh sejumlah sentimen positif dari dalam dan luar negeri.
VP Marketing, Strategy & Planning Kiwoom Sekuritas, Oktavianus Audi, mengatakan pemangkasan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,25% dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) pekan ini menjadi salah satu katalis utama penguatan pasar.
“Kebijakan ini diperkirakan akan menekan biaya dana (cost of fund) dan mendorong peningkatan permintaan kredit, yang pada akhirnya berdampak positif bagi sektor riil dan pasar modal,” kata Audi saat dihubungi investortrust.id Senin, (21/7/2025).
Baca Juga
Meski IHSG Cetak Rekor, Investor Asing Tetap Lanjutkan Net Sell Rp 180,35 Miliar Dipimpin Bank Ini
Tak hanya itu, menurutnya, kebijakan pemerintah Amerika Serikat yang menurunkan tarif impor menjadi 19% dari sebelumnya 32% turut memberikan angin segar bagi ekspektasi pasar. Angka ini menjadi yang terendah di kawasan Asia, termasuk dibandingkan tarif terhadap China.
Audi memandang hal ini cenderung memberikan dampak peningkatan daya saing produk Indonesia seiring dengan tarif yang lebih rendah dan potensi terjadi pengalihan rantai pasok ke Indonesia seiring dengan beban tarif yang lebih rendah.
“Saat ini investor dapat memanfaatkan momentum jangka pendek hingga menengah pada emiten tematik related komoditas emas, tembaga, baja dan CPO,” jelas dia.
Baca Juga
IHSG Ditutup Cetak Rekor di 2025, Saham DCII, CDIA, hingga PANI Jadi Pendorong
Sementara untuk prospek jangka panjang, sektor keuangan dan telekomunikasi dipandang memiliki fundamental solid dan outlook yang lebih stabil. Audi merekomendasikan beberapa saham unggulan. Di antaranya saham BBRI buy dengan target harga Rp 4.360, BBCA buy dengan target harga Rp 9.250, ANTM trading buy dengan harga Rp 3.620 dan BRMS trading buy dengan target harga Rp 515 per lembar.

