Reliance Rekomendasikan Beli Empat Saham, Ada BREN dan BRMS
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/7/2025), berpeluang melemah dengan rentang pergerakan 7.240-7.370. Empat saham yang layak dilirik BREN, SCMA, BRMS, dan MLPL.
Reliance Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, candle IHSG berbentuk inverted hammer, masih di atas MA5 dan MA20, indikator Stochastic dead cross pada area overbought. “Dengan demikian, kami memperkirakan IHSG hari ini akan mengalami pelemahan dengan saham pilihan BREN, SCMA, BRMS, dan MLPL,” tulisnya dalam riset tersebut.
Baca Juga
Saham Berjangka AS Lesu, Investor Pantau Perkembangan Tarif Trump
Pergerakan indeks juga akan dipengaruhi pelemahan indeks utama bursa AS setelah Presiden Trump dilaporkan mendesak penerapan tarif yang lebih tinggi terhadap Uni Eropa. Trump menuntut tarif minimum antara 15% dan 20% dalam setiap kesepakatan dengan Uni Eropa. Pagi ini, indeks Nikkei 225 melemah -0,21% dan Kospi menguat +0,59%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, beberapa saham ini layak dilirik, seperti saham BREN direkomendasikan beli dengan target harga Rp 9.325, SCMA dengan target harga Rp 206, BRMS dengan target harga Rp 505, dan MLPL direkomendasikan beli dengan target harga Rp 121.
Pekan lalu, IHSG mencatatkan penguatan beruntun dalam sepekan mencapai 3,75% menjadi 7.311, bahkan sempat menyentuh tertinggi baru tahun ini level 7.401. Penguatan indeks juga mencetak rekor dengan kenaikan setiap hari secara beruntun dalam dua pekan terakhir.
Baca Juga
Saham yang menjadi penopang utama penguatan indeks tersebut adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dipicu lompatan harga sebanyak 143,75% menjadi Rp 975, PT DCI Indonesia Tbk (DCII) melesat 61,72% menjadi Rp 245.000, dan PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 31,15% menjadi Rp 8.000.
Penguatan indeks juga didukung dengan peningkatan rata-rata transaksi harian dalam sepekan atau 14-18 Juli 2025 sekitar 49,98% dari Rp 16,62 triliun menjadi Rp 11,08 triliun. Kemudian peningkatan juga terjadi pada rata-rata frekuensi transaksi harian sepekan, yaitu sebesar 47,22%, menjadi 1,69 juta kali transaksi dari 1,14 juta kali transaksi pada pekan lalu.

