Pefindo: Penerbitan Surat Utang Semester I 2025 Masih Didorong Kebutuhan Refinancing
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Pasar surat utang korporasi di Indonesia menunjukkan performa yang sangat baik pada paruh pertama tahun 2025. Total penerbitan surat utang korporasi secara keseluruhan mencapai Rp90,9 triliun, menunjukkan pertumbuhan 48,31% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang hanya sebesar Rp61,29 triliun.
Disampaikan Suhindarto, Kepala Divisi Riset Ekonomi/Ekonom Pefindo baru-baru ini (Selasa, 15 Juli 2025) peningkatan ini terutama didorong oleh penerbitan obligasi korporasi dan sukuk yang mencapai Rp90,3 triliun, naik 50,25% dari Rp60,1 triliun pada semester pertama tahun sebelumnya.
Data historis juga menunjukkan bahwa penerbitan obligasi dan sukuk korporasi terus mengalami fluktuasi namun menunjukkan nilai yang kuat pada periode ini.
Meskipun obligasi dan sukuk menunjukkan pertumbuhan pesat, instrumen surat utang lainnya seperti Medium Term Notes (MTN) dan efek utang sekuritisasi menunjukkan tren penurunan.
Penerbitan MTN pada semester pertama 2025 baru mencapai Rp0,4 triliun, menurun 42,86% dari Rp0,7 triliun pada 1H2024. Sementara itu, penerbitan efek utang lainnya, yaitu sekuritisasi, hanya mencapai Rp0,2 triliun, menurun 60% secara tahunan dibandingkan Rp0,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Meskipun demikian, komposisi keseluruhan penerbitan surat utang korporasi pada periode Januari hingga Juni 2025 didominasi oleh obligasi dan sukuk, dengan total nilai Rp90,9 triliun dari 48 perusahaan yang terlibat.
Baca Juga
Penerbitan Surat Utang Korporasi Melambung 48% di Semester I-2025, Sektor Pulp dan Kertas Memimpin
“Penerbitan surat utang korporasi pada semester pertama 2025 memiliki berbagai tujuan utama. Kebutuhan refinancing menjadi pendorong utama, dengan nilai penerbitan mencapai Rp38,61 triliun, meningkat signifikan dari Rp15,21 triliun pada Januari-Juni 2024,” ujar Suhindarto.
Selain itu, modal kerja juga merupakan tujuan penting, dengan Rp31,49 triliun dialokasikan untuk keperluan ini, meskipun sedikit menurun dibandingkan Rp56,26 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya. Investasi menyumbang Rp15,21 triliun dari total penerbitan, sementara tujuan lain-lain mencapai Rp5,59 triliun.
Dalam hal pangsa pasar pemeringkatan, Pefindo menguasai bagian terbesar, yakni 83,8% dari total nilai surat utang yang diterbitkan selama Januari-Juni 2025, termasuk yang memiliki peringkat ganda (dual rating).
Secara rinci, 69,86% diterbitkan dan diperingkat langsung oleh Pefindo, dan 13,93% merupakan peringkat ganda. Dari total Rp90,9 triliun yang diterbitkan secara nasional, Pefindo sendiri telah memperingkat surat utang senilai Rp76,2 triliun dari 37 perusahaan. Sektor-sektor yang paling banyak menerbitkan surat utang yang diperingkat Pefindo antara lain pulp dan kertas (Rp20 triliun), perbankan (Rp15,5 triliun), pertambangan (Rp11,5 triliun), dan multifinance (Rp10,6 triliun).

