IHSG Cenderung Lanjutkan Penguatan ke Resistance Baru, Tiga Saham Ini Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (18/7/2025), berpeluang lanjutkan penguatan menuju level 7.374 setelah resistance 7.240 berhasil dilewati kemarin. Tiga saham MEDC, JPFA, dan TLKM layak dilirik.
BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa secara teknikal, IHSG cenderung lanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya dengan rentang pergerakan 7.240-7.374. Penguatan masih didukung saham konglomerasi.
Baca Juga
Euforia Pemangkasan BI Rate Angkat IHSG, Ini Saham Pilihan Analis
Pergerakan indeks juga bakal dipengaruhi berlanjutnya penguatan bursa utama dunia, seperti Dow Jones menguat 0,52%. Penguatan jumbo juga melanda indeks S&P500 sebanyak 0,54% dan Nasdaq mencapai 0,75%. Begitu juga dengan bursa Eropa ditutup mayoritas naik.
Terkait saham pilihan, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham MEDC dengan target harga Rp 1.435-1.500, JPFA dengan target harga Rp 1.765-1.850, dan TLKM target harga Rp 2.820-2.880. Sebaliknya saham ULTJ direkomendasi jual.
Kemarin, IHSG cetak lompatan sebanyak 95 poin (1,32%) menjadi 7.287 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun. investor asing akhirnya berbalik merealisasikan pembelian bersih (net buy) saham mencapai Rp 636,31 miliar, yaitu BMRI Rp 183,03 miliar, BBRI Rp 159 miliar, dan TLKM Rp 139,89 miliar.
Baca Juga
Pengendali Lepas 10,96% Saham Sumber Sinergi (IOTF), GAIA Resmi Masuk?
Kenaikan sejalan lompatan saham sektor teknologi sebanyak 7,21% setelah saham DCII dan EDGE melesat. Selanjutnya saham sektor infrastruktur 2,54%, sektor transportasi 1,91%, sektor konsumer non primer 1,68%, sektor material dasar 1,02%, sektor keuangan 0,15%, dan sektor kesehatan 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry, property, dan energi.
Penguatan indeks hari ini didorong kenaikan saham konglomerasi, yaitu auto reject atas (ARA) saham DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Indeks juga didorong penguatan saham BRPT sebanyak 8,46% menjadi menjadi Rp 2.180. Sedangkan saham tercuan hingga auto reject atas (ARA), yaitu OKAS naik 34,46% menjadi Rp 199, PEGE sebanyak 34,26% menjadi Rp 145, dan MERI naik 25% menjadi Rp 565. ARA juga melanda saham NRCA sebanyak 24,43% menjadi Rp 815, FMII naik 24,84% menjadi Rp 392, dan DCII melesat 19,99% menjadi Rp 223.250.

