IHSG Ditutup Terbang 1,32%, DCII dan BRPT Menjadi Penopang
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (17/7/2025), ditutup perkasa dengan kenaikan 95 poin (1,32%) menjadi 7.287. Pergerakan indeks di zona hijau sepanjang sesi dalam rentang 7.192-7.291 dengan nilai transaksi Rp 12,16 triliun.
Penguatan tersebut didorong kenaikan saham emiten yang dikendalikan Otto Toto Sugiri, Marina Budiman, dan Han Arming Hanafia berkat kenaikan auto reject atas (ARA) saham DCII sebanyak 19,99% menjadi Rp 223.250. Indeks juga didorong penguatan saham emiten Prajogo, seperti PT Barito Pacific Tbk (BRPT), sebanyak 8,46% menjadi menjadi Rp 2.180.
Baca Juga
Spekulasi IPO Saham Tambang Emas CUAN Mencuat, Manajemen Ungkap Fakta Ini
Sedangkan dari sisi sektor saham, sektor teknologi menjadi motor penggerak utama dengan kenaikan 7,21%. Selanjutnya saham sektor infrastruktur 2,54%, sektor transportasi 1,91%, sektor konsumer non primer 1,68%, sektor material dasar 1,02%, sektor keuangan 0,15%, dan sektor kesehatan 0,96%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor industry, property, dan energi.
Kenaikan signifikan atas indeks juga didukung lompatan hingga auto reject atas (ARA) sejumlah saham ini, yaitu saham PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) naik 34,46% menjadi Rp 199, PT Panca Global Kapital Tbk (PEGE) sebanyak 34,26% menjadi Rp 145, dan PT Meri Riana Edukasi Tbk (MERI) naik 25% menjadi Rp 565.
ARA juga melanda saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) sebanyak 24,43% menjadi Rp 815, PT Fortune Mate Indonesia Tbk (FMII) naik 24,84% menjadi Rp 392, dan DCII melesat 19,99% menjadi Rp 223.250. Sebaliknya saham dengan penurunan paling dalam adalah MORA turun 14,66% menjadi Rp 396, MFIN turun 14,56% menjadi Rp 880, SOTS melemah 12,23% menjadi Rp 244, PNSE turun 11,96% menjadi Rp 810, dan FITT melemah 9,52% menjadi Rp 266.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 51,55 poin (0,72%) menjadi 7.192 didukung penurunan BI Rate sebanyak 25 bps menjadi 5,25%. Meski demikian, pemodal asing masih melanutkan penjualan berish (net sell) saham mencapai Rp 1,09 triliun dengan penyumbang terbesar BMRI Rp 797,26 miliar, BBCA Rp 316,44 miliar, dan AMAR Rp 144,44 miliar.
Baca Juga
CAGR Laba Diprediksi 54% hingga 2027, Saham Darma Henwa (DEWA) Dihargai Segini
Penguatan ini ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor teknologi 6,09%, sektor infrastruktur 1,82%, sektor transportasi 2,36%, sektor energi sebanyak 1,74%, sektor industri sebanyak 0,67%, sektor keuangan 0,16%, dan sektor kesehatan 0,22%. Sebaliknya penurunan hanya melanda sektor konsumer primer 0,08%.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham berhasil catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham CDIA naik 24,80% menjadi Rp 780, COIN naik 24,74% menjadi Rp 474, BLOG naik 24,79% menjadi Rp 755, dan MERI naik 24,86% menjadi Rp 452. ARA juga melanda NRCA sebanyak 24,76% menjadi Rp 655, ARGO naik 25% menjadi Rp 1.125, EDGE melesat 24,94% menjadi Rp 4.810, dan DCII mengaut 19,99% menjadi Rp 186.050.

