IHSG Dibuka Menguat 0,35% Terdorong Saham Emiten Prajogo Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/7/2025), dibuka menguat sebanyak 24,93 poin (0,35%) menjadi 7.122.08. Penguatan tersebut ditopang kenaikan mayoritas sektor saham.
Tertinggi dicatatkan saham sektor infrastruktur, material dasar, konsumer primer, keuangan, transportasi, dan peroperti. Sebaliknya penurunan melanda sahah sektor teknologi dan energi.
Baca Juga
Stock Split Petrindo Jaya (CUAN) Diperdagangan Hari Ini, Bakal Lanjut Naik?
Saat pembukaan pasar, dua saham pendatanga baru yang listing di BEI sejak pekan lalu ini kembali melesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) melesat 25% menjadi Rp 380 dan PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) naik 25% menjadi Rp 625. Dorongan indeks juga datang dari berlanjutnya lomptan harga saham PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) sebanyak 8,22% menjadi Rp 7.875. Sebaliknya penurunan melanda saham IOTF, MBSS, dan PART.
Kemarin, IHSG ditutup melesat sebanyak 49,71 poin (0,71%) menjadi 7.097,15 ditopang penguatan seluruh saham emiten grup Prajogo Pangestu, seperti BREN, PTRO, CDIA, CUAN, dan BRPT. Kenaikan juga ditopang penguatan harga saham TPIA yang cenderung tipis kemarin. Meski IHSG ditutup melesat, pemodal asing masih melanjutkan aksi penjualan bersih (net sell) saham bernilai Rp Rp 1,13 triliun yang sebagian besar disumbangkan saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).
Baca Juga
Daya Tarik Wall Street Picu Lonjakan Bitcoin Ke Harga Rp 2 Miliar per Koin
Kenaikan IHSG kemarin juga ditopang ARA sejumlah saham, seperti saham PT Nusa Raya Cipta Tbk (NRCA) melesat 24,85% menjadi Rp 422, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) naik 24,66% menjadi Rp 2.730, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) melesat 24,62% menjadi Rp 486, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) menguat 24,59% menjadi Rp 304, PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) cetak ARA 25% menjadi Rp 290, dan PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) naik sebanyak 24,93% menjadi Rp 2.330.
Sedangkan dari sisi sectoral, kenaikan indeks hanya ditopang empat sektor saham berikut, yaitu saham sektor infrastruktur melambung 4,22%, sektor energi naik 3,57%, sektor material dasar menguat 2,19%, dan sektor kesehatan naik 0,70%. Sisanya membukukan penurunan, terbesar saham sektor keuangan 1,56%, sektor konsumer primer 1,78%, dan sektor industry melemah 0,28%.

