Lagi! Penulis ‘Rich Dad Poor Dad’ Robert Kiyosaki Borong Bitcoin
JAKARTA, investortrust.id - Robert Kiyosaki, penulis buku keuangan populer “Rich Dad Poor Dad” kembali menjadi perhatian publik setelah mengumumkan rencana membeli lebih banyak Bitcoin (BTC). Bahkan, setelah harga kripto ini mencapai rekor tertinggi baru.
Kiyosaki menilai Bitcoin adalah “jalan termudah menjadi kaya”, dan ia tetap yakin potensi kenaikan BTC masih sangat besar di masa depan. Langkah ini diambil meski sebelumnya ia sempat menyatakan akan menunggu koreksi harga, yang ternyata tak kunjung terjadi.
Dalam unggahan terbarunya di media sosial, Kiyosaki menyebut saat ini belum pernah semudah ini untuk menjadi kaya, bahkan seorang miliuner, berkat peluang investasi seperti Bitcoin. Melansir dari Pintu, Senin (14/7/2025), ia mengakui dirinya terlambat masuk ke pasar kripto karena sebelumnya belum memahami konsep “uang modern”. Namun, setelah menyadari potensi aset digital, Kiyosaki langsung menambah kepemilikan Bitcoin, meski harga sudah menembus rekor.
Menurut Kiyosaki, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama dibandingkan aset tradisional karena menawarkan peluang keuntungan yang jauh lebih besar dalam jangka panjang. Ia bahkan memperkirakan nilai Bitcoin bisa mencapai US$ 1 juta (sekitar Rp 16,24 miliar) di masa mendatang.
Selain Kiyosaki, sejumlah analis pasar juga memproyeksikan kenaikan harga Bitcoin selanjutnya. Katie Stockton, pendiri Fairlead Strategies menyebut bahwa Bitcoin kini sedang berada di jalur menuju harga US$ 135.000 (±Rp 2,19 miliar), didukung tren teknikal kuat dan sentimen positif pasar.
Sementara itu, Kiyosaki sendiri pernah memprediksi Bitcoin bisa mencapai US$ 250.000 (±Rp 4,06 miliar) tahun ini jika momentum bullish terus berlanjut. Meskipun demikian, pergerakan harga kripto tetap dipengaruhi volatilitas tinggi dan faktor eksternal seperti regulasi serta minat institusi. Investor diimbau untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset mendalam sebelum mengikuti tren pembelian besar-besaran.
Keputusan Kiyosaki membeli lebih banyak Bitcoin meski tanpa koreksi besar menunjukkan keyakinan pelaku pasar terhadap potensi jangka panjang BTC. Namun, perlu dicatat bahwa beberapa pernyataan Kiyosaki sebelumnya juga sempat berubah-ubah. Pada akhir Juni, ia sempat menyatakan menunggu penurunan harga sebelum menambah posisi, namun akhirnya tetap membeli di harga puncak karena tidak terjadi koreksi signifikan.
Fenomena ini mencerminkan dinamika psikologi investor di pasar kripto yang sangat cepat berubah. Meskipun potensi keuntungan tinggi, investor harus selalu mempertimbangkan risiko volatilitas, serta mengelola portofolio dengan disiplin dan strategi jangka panjang.

