Kembali Salip Amazon, Bitcoin Masuk 5 Besar Aset Terbesar Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Aset digital terkemuka, Bitcoin (BTC), kembali mencatatkan tonggak sejarah penting dengan kembali menyalip Amazon dalam daftar aset global dengan kapitalisasi pasar terbesar. Berdasarkan data terkini, Senin (14/7/2025), kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai US$ 2,42 triliun, menjadikannya aset terbesar kelima di dunia.
Aset digital terbesar dunia, Bitcoin kembali mencuri perhatian pasar global. Di tengah tren bullish yang kuat, sejumlah analis dan pelaku pasar memproyeksikan harga tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH), bahkan menyentuh angka US$ 250.000 hingga akhir tahun ini. Menilik data Coinmarketcap, Senin (14/7/2025) pukul 15.40 WIB, Bitcoin telah menggapai level ATH nyaris US$ 123.000 per koinnya, tepatnya di US$ 122.944 atau setara US$ 2 miliar (kurs Rp 16.270 per dolar AS).
Bitcoin kini berada di bawah Apple yang menempati posisi keempat dengan kapitalisasi pasar sebesar US$ 3,153 triliun. Sementara Amazon tergeser ke posisi keenam dengan kapitalisasi pasar US$ 2,38 triliun.
Baca Juga
Sementara itu, posisi teratas masih ditempati oleh emas dengan kapitalisasi pasar tertinggi mencapai US$ 22,692 triliun, disusul NVIDIA (US$ 4,022 triliun), dan Microsoft (US$ 3,74 triliun). Apple, meski sempat mengalami penurunan harian sebesar 0,59%, tetap bertahan di posisi keempat.
Aset lain yang mengalami performa positif termasuk perak (silver) yang naik 1,31% dalam sehari dan mencatatkan pertumbuhan 6,79% selama sepekan. Vanguard Total Stock Market ETF (VTI) juga tumbuh 6,85% dalam 7 hari terakhir meskipun stagnan secara harian.
Baca Juga
Ada di Posisi 6 Besar Berdasarkan 'Market Cap', Bitcoin Ungguli Perak dan Google
Sebaliknya, saham Meta Platforms (Facebook) menjadi satu-satunya aset dalam daftar 10 besar yang mengalami pelemahan mingguan, turun 0,12% dalam tujuh hari terakhir dan terkoreksi 1,34% secara harian.
Perubahan peringkat ini menandai semakin kuatnya posisi Bitcoin di antara aset-aset konvensional seperti logam mulia dan saham teknologi, mencerminkan meningkatnya adopsi institusional dan minat investor global terhadap aset kripto.

