BEI : Kenaikan Tarif AS Kecil Dampaknya pada Pasar Modal RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) menilai kebijakan tarif baru yang diumumkan Amerika Serikat (AS) relatif kecil terdampak terhadap pasar modal Indonesia.
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump kembali mengumumkan penerapan tarif impor terhadap sejumlah negara, yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Dalam kebijakan terbaru tersebut, beberapa negara seperti Jepang dan Malaysia mengalami kenaikan tarif menjadi 25% dari sebelumnya 24%. Sementara negara lain seperti Thailand 36%, Indonesia 32%, Afrika Selatan 30%, dan Korea Selatan 25% masih dikenakan tarif yang sama seperti pada 2 April lalu.
“Kalau tarif hal yang sangat umum, kita sudah lakukan survei, kami melakukan survei bahwa impact terhadap tarif tidak besar karena kan tergantung dari sisi kontribusi dari perusahaan tercatat kita terhadap produk atau barang yang kena tarif,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Seperti diketahui, Presiden AS Donald Trump kembali mengumumkan penerapan tarif impor terhadap sejumlah negara, yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025. Dalam kebijakan terbaru tersebut, beberapa negara seperti Jepang dan Malaysia mengalami kenaikan tarif menjadi 25% dari sebelumnya 24%. Sementara negara lain seperti Thailand 36%, Indonesia 32%, Afrika Selatan 30%, dan Korea Selatan 25% masih dikenakan tarif yang sama seperti pada 2 April lalu.
“Kalau tarif hal yang sangat umum, kita sudah lakukan survei, kami melakukan survei bahwa impact terhadap tarif tidak besar karena kan tergantung dari sisi kontribusi dari perusahaan tercatat kita terhadap produk atau barang yang kena tarif,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna saat ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (8/7/2025).
Nyoman menambahkan, hingga saat ini hasil survei menunjukkan bahwa potensi gangguan terhadap kinerja perusahaan tercatat akibat kebijakan tersebut masih dalam batas wajar.
Sementara itu, indeks Harga saham gabungan (IHSG) pada perdagangan Selasa (8/7/2025) dibuka melemah sebanyak 4.162 poin (0,06%) menjadi 6.896.76.
Pelemahan indeks ini melanda sejumlah sektor saham, seperti teknologi 0,54%, transportasi 0,53%, keuangan 0,27%, properti 0,34% dan non siklikal 0,40%. Sebaliknya, sektor energi, material dasar, siklikal dan infrastruktur mengalami penguatan.

