IHSG Diprediksi Bergerak Konsolidasi, Saham BRPT, BRMS, dan MBMA Layak Dilirik
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Selasa, (8/7/2025) diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang 6.865–6.945. Saham pilihan hari ini terdiri atas BRPT, BRMS, dan MBMA.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana mengungkapkan, dari sisi teknikal, IHSG juga menunjukkan sinyal pemulihan jangka pendek setelah mampu bertahan di atas support penting 6.865 dan menguji resistance minor di 6.920.
Baca Juga
Trump Umumkan Tarif Baru hingga 40% ke 14 Negara, Indonesia Termasuk
“Dalam jangka pendek, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif dalam rentang 6.865–6.945, sambil menanti katalis dari arah kebijakan perdagangan global dan rilis data inflasi negara maju,” kata Hendra kepada investortrust.id Senin, (7/7/2025).
Kemarin, IHSG ditutup berhasil rebound sebanyak 35,74 poin atau 0,52% ke level 6.900,93 pada perdagangan Senin (7/7/2025), ini mencerminkan ketahanan pasar domestik di tengah tekanan eksternal yang masih dominan.
Meski sempat bergerak fluktuatif di awal sesi, penguatan ini mencerminkan adanya aksi beli selektif menjelang tenggat kebijakan tarif balasan Amerika Serikat pada 9 Juli, yang menimbulkan kecemasan akan potensi perang dagang baru dan perlambatan ekonomi global.
Baca Juga
Selain itu, Hendra menyoroti di tengah pergerakan pasar yang selektif ini, sejumlah saham tampil mencolok dan patut diperhatikan. Saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT) menguat signifikan sebesar 7,10% ke level Rp 1.660 seiring meningkatnya sentimen positif terhadap potensi sinergi bisnis energi baru dan terbarukan melalui anak usaha Star Energy dan eksposur tidak langsung ke BREN.
“Dengan valuasi yang masih atraktif dibandingkan anak perusahaannya, BRPT dinilai berpotensi mengalami revaluasi dengan target harga jangka pendek di kisaran Rp 1.800,” tuturnya.
Sementara itu, menurut Hendra saham PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) yang bergerak di sektor pertambangan emas dan tembaga memiliki prospek cerah didukung oleh rencana ekspansi produksi di proyek Palu dan Poboya.
Baca Juga
Gubernur BI Sepakati Asumsi Nilai Tukar Rupiah 2026 di Rp 16.500 hingga Rp 16.900 per US$
“Meski harga emas dunia sedang terkoreksi karena penguatan dolar AS dan kuatnya data tenaga kerja di AS, tren jangka menengah BRMS tetap positif, dengan target harga teknikal berada di Rp 480 dan area akumulasi menarik di Rp 380,” jelasnya.
Selain itu, saham PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) mendapat sorotan positif karena posisinya dalam rantai pasok kendaraan listrik global, serta dukungan investor strategis asing dari China dan Korea Selatan. Meski harga nikel dunia tertekan, potensi jangka panjang emiten ini tetap solid seiring dengan meningkatnya permintaan global atas baterai EV. “Target harga jangka pendek MBMA berada di Rp 530, dengan area akumulasi menarik di kisaran Rp 450,” pungkasnya,

