Waskita (WSKT) Renovasi 14 Gedung Milik KLH Rp 100 Miliar dari Bali sampai Kalimantan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mulai mengerjakan proyek jasa rancang bangun penyediaan barang pengganti milik negara pada Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Pengerjaan itu ditandai peletakan batu pertama atau groundbreaking di Kantor Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) KLH di Balikpapan, Kalimantan Timur.
Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko mengatakan, proyek tersebut akan diselesaikan dalam waktu 5-6 bulan dengan total nilai kontrak sebesar Rp 100,35 miliar.
"Waskita Karya bangga karena dapat kembali mengerjakan proyek kantor kementerian. Pembangunan ini menjadi salah satu wujud kontribusi perseroan dalam mendukung kinerja pemerintah," ujarnya dalam keterangan resmi dikutip Senin (7/7/2025).
Baca Juga
Waskita (WSKT) Rampungkan Restrukturisasi Utang Perbankan, Suspensi Saham Siap Dibuka?
Dalam proyek itu, Waskita akan merenovasi sekaligus membangun 14 bangunan KLHK yang tersebar di sembilan lokasi di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi.
Di Sulawesi Selatan, perseroan rencananya mengerjakan tiga proyek. Pertama, pembangunan Balai Perbenihan Tanaman Hutan (BPTH) di Maros. Kedua, gedung Kantor Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan (BPPHLHK), serta ketiga Mess BPPHLHK di Makassar.
Kemudian di Kalimantan Timur, Waskita akan membangun dua gedung, yaitu Pusat Keanekaragaman Hayati dan Plasma Nutfah Nusantara (PHKPNN) di Mentawir juga Kantor P3E di Balikpapan. Berikutnya, perseroan siap mengerjakan proyek gedung Kantor Balai Pengelolaan Hutan Produksi (BPHP) Wilayah V Palembang di Sumatra Selatan serta Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung (BPDASHL) di Bangka Belitung.
Selain itu, empat proyek KLHK di Bali yang akan direnovasi, mencakup Kantor Dinas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Gianyar, Rumah Dinas Tukad Batanghari, Rumah Dinas Tukad Balian, dan Rumah Dinas D'Gedong Residence. Sedangkan tiga proyek renovasi lainnya berada di Jakarta, yaitu Rumah Serbaguna Patra Kuningan di Jalan Dukuh Patra, Rumah Serbaguna Patra Kuningan di Jaya Mandala, serta Rumah Negara di Cibubur.
Ari menegaskan, Waskita berkomitmen menyelesaikan seluruh pembangunan dan renovasi tersebut secara tepat waktu dan mutu. Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) selama proses pengerjaan pun menjadi perhatian utama.
"Demi membantu manajemen proyek konstruksi dan tahap desain hingga pembangunan, Waskita mengimplementasikan building information modelling (BIM). Salah satu fungsinya, yaitu memberikan estimasi biaya akurat, sehingga membuat pekerjaan proyek lebih efisien," jelas dia.
Baca Juga
Waskita Karya (WSKT) Teken MoU di Arab Saudi, Bidik Proyek Rp 2 Triliun di Timur Tengah
Dia melanjutkan, lingkup pekerjaan Waskita pada proyek ini, meliputi persiapan, pendahuluan, dan pembongkaran. Lalu melakukan pekerjaan struktur, arsitektur, mechanical electrical plumbing (MEP), infrastruktur, halaman, landscaping, termasuk bangunan minor.
Groundbreaking dilakukan langsung Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq didampingi Direktur Operasi I Waskita Karya Ari Asmoko. Hadir Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas'ud, Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud, Vice President Asset Infrastructure PT Pertamina (Persero) Natalia, serta Direktur Utama PT Patra Jasa Ray S.M. Daulay.

