Kesepakatan Tarif Trump Masuk Masa Tenggat, Simak Tiga Rekomendasi Saham BRI Danareksa Pekan Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengirim surat ke 100 negara, termasuk Indonesia, soal rencana tarif impor 20-30%. Jika tak ada kesepakatan hingga 9 Juli 2025, tarif akan diberlakukan.
Pemerintah Indonesia negosiasi lewat komitmen impor dan investasi. RI tawarkan pembelian produk AS senilai US$ 34 miliar dan peningkatan impor energi, seperti LPG dan minyak mentah dari AS. “Kenaikan impor energi dari AS dan ekspor RI senilai US$ 34 miliar berpotensi menguntungkan saham seperti PGAS, MEDC, ENRG, AALI, dan TBLA,” tulis BRI Danareksa Sekuritas (BRIDS) dalam riset sepekan yang dikutip pada Senin (7/7/2025).
Akibat tekanan inflasi dari rencana tarif Trump, suku bunga The Fed belum berpotensi turun. Hal ini disampaikan langsung oleh Jerome Powell. Tanpa faktor tarif, pemangkasan kemungkinan sudah dilakukan. “Ketidakpastian ini bisa menahan aliran dana ke emerging market seperti Indonesia, serta menekan sektor sensitif suku bunga seperti properti dan perbankan,” sambung BRI Danareksa.
Baca Juga
Menkeu AS Sentil Negara yang Gagal Bernegosiasi: Tarif Bisa Kembali ke Level ‘Liberation Day’
Menurut mereka, strategi yang bisa dipertimbangkan adalah fokus pada saham defensif seperti konsumer primer dan utilitas yang cenderung stabil di tengah ketidakpastian global. Sedangkan sektor perbankan dan properti perlu disikapi hati-hati sambil menanti arah suku bunga. “Komoditas juga menarik dicermati karena potensi kenaikan harga akibat ketegangan global, sementara pergerakan dana asing bisa jadi petunjuk rotasi pasar ke depan,” imbuhnya.
BRI Danareksa menyarankan investor untuk pantau saham dengan sinyal akumulasi, berada di area support kuat, dan punya katalis sektor. Contohnya sentimen mengenai saham-saham yang akan mendapat investasi Danantara, seperti PGEO, SMGR, GIAA, KRAS, dan lainya. “Atau bisa dicermati saham-saham yang mempunyai korelasi konglomerasi saham yang sedang IPO seperti grup Barito, TPIA, CUAN, BRPT, BREN,” sambungnya.
Emiten-emiten yang diunggulkan BRI Danareksa dalam perdagangan di Bursa Efek Indonesia 7-11 Juli 2025:
Vale Indonesia (INCO)
Proyek baterai Danantara–ANTM berpotensi mendorong permintaan nikel, menguntungkan INCO sebagai produsen nikel kelas satu. Meski belum terlibat langsung, sentimen positif tetap menguat. Ini bisa jadi katalis jangka menengah untuk saham INCO.
Di tengah pelemahan IHSG pekan lalu, justru kinerja harga selama seminggu naik signifikan sebesar 10,22% dan disertai akumulasi. Secara teknikal, akan berpotensi menguji area resistance pada Rp 3.640 dan jika tertembus, peluang menuju Rp 3.880 terbuka lebar.
Baca Juga
3 Saham IPO Juli yang Paling Diburu Investor, Dari Infrastruktur hingga Kripto
Pertamina Geothermal (PGEO)
Danantara berencana menginvestasikan US$ 120 juta ke PGEO untuk pengembangan proyek panas bumi. Rencana ini berpotensi mendorong sentimen positif dan kenaikan harga saham PGEO. Secara teknikal, PGEO masih bertahan pada tren bullish dan support penting pada level Rp 1.260 - Rp 1.320. Strategi yang bisa digunakan adalah buy on weakness dengan potensi kembali ke resistance pada Rp 1.470 - Rp 1.550.
Medco International (MEDC)
Medco diuntungkan karena kesepakatan 9 Juli 2025 mendorong kerja sama energi RI–AS. Sebagai eksportir gas, Medco berpeluang raih manfaat dari peningkatan perdagangan energi. Secara teknikal, setelah meredanya perang di Timur Tengah, MEDC cenderung turun dan sekarang berada pada area demand Rp 1.190 - Rp 1.235. Ada potensi rebound pada area demand tersebut, dengan target menuju level resistance sebelumnya pada Rp 1.320 - Rp 1.395.

