3 Saham IPO Juli yang Paling Diburu Investor, Dari Infrastruktur hingga Kripto
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) akan kehadiran delapan emiten dari berbagai sektor melalui skema Initial Public Offering (IPO) di bulan Juli 2025. Masing-masing emiten menawarkan daya tarik tersendiri, namun ada tiga saham yang dianggap paling mencuri perhatian para investor.
Menurut Pengamat Pasar Modal Panin Sekuritas, Reydi Octa, dari sekian banyak emiten tersebut, tiga emiten dinilai patut dicermati lebih lanjut.
“Dari pengamatan saya, ada tiga saham IPO yang cukup menarik perhatian, terutama di lingkungan saya,” ujar Reydi saat dihubungi investortrust.id, belum lama ini.
Reydi menjabarkan yang pertama adalah PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA), anak usaha konglomerat Prajogo Pangestu yang bergerak di sektor energi, pelabuhan, dan logistik. IPO-nya tergolong jumbo dengan target dana Rp 2,4 triliun. Hal ini menjadi sinyal kuat bahwa sektor infrastruktur nasional masih memikat. CDIA resmi melantai di BEI pada 9 Juli 2025.
Baca Juga
Chandra Daya (CDIA) Ungkap 4 Pilar Bisnis jelang IPO Saham, Simak Keunggulan Bisnis Setiap Pilar
"Keunggulan CDIA terletak pada struktur kepemilikannya yang solid dan dukungan dari sektor prioritas pemerintah. Namun, investor perlu berhati-hati karena valuasinya cukup tinggi, dengan price to earnings ratio (PER) mencapai 48 kali," jelas Reydi.
Selanjutnya adalah PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN), perusahaan induk dari CFX, satu-satunya bursa kripto berizin resmi di Indonesia. Di tengah geliat industri aset digital, COIN hadir sebagai pemain utama yang dinilai memiliki valuasi awal cukup wajar yakni, PER 33 kali dan PBV 1 kali. COIN akan listing di BEI dijadwalkan pada 9 Juli 2025.
“COIN punya peluang besar menjaring investor muda,” ucap Reydi. Namun, volatilitas pasar kripto dan potensi guncangan regulasi menjadi tantangan utama yang tak bisa diabaikan.
Terakhir, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) muncul sebagai opsi value play paling menjanjikan. Bergerak di sektor transportasi dan logistik laut, PSAT menawarkan valuasi yang sangat menarik, dengan PER hanya 5 kali dan PBV 1 kali. Adapun PSAT terjadwal listing di BEI pada 8 Juli 2025.
"Emiten ini tengah memperluas aset produktif melalui pembelian kapal baru, dan telah berkomitmen membagikan hingga 100% laba bersih dalam bentuk dividen mulai 2026. Meski demikian, performanya tetap rentan terhadap fluktuasi harga komoditas dan bahan bakar kapal," terang dia.
Ketiga emiten tersebut mewakili spektrum risiko dan peluang yang berbeda, namun sama-sama mencerminkan dinamika baru di pasar modal. Bagi investor yang siap masuk sejak awal, memperhatikan momentum dan sentimen pasar akan menjadi kunci dalam menyambut IPO-IPO potensial ini.

