Investor Asing Lanjutkan Net Sell Rp 465,94 Miliar, Saham Bank Besar Ini Diobral
JAKARTA, investortrust.id – Investor asing membukukan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 465,94 miliar disertai dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (3/7/2025), kembali ditutup sebanyak 12,86 poin (0,19%) menjadi 6.865. Net sell dan penurunan tersebut disertai dengan penurunan nilai transaksi menjadi Rp 6,35 triliun.
Net sell saham terbanyak melanda PT Adhi Kartiko Pratama Tbk (NICE) Rp 256,26 miliar, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 230,57 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 69,95 miliar, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 45,85 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 44,18 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 34,27 miliar.
Baca Juga
XPENG Gandeng Erajaya (ERAA) Resmikan Dealer Pertama di Indonesia, Apa Istimewanya?
Sebaliknya lima saham dengan pembelian bersih (net buy) terdiri atas PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 72,41 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 66,57 miliar, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp 53,83 miliar, PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 44,28 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 19,73 miliar.
Penurunan tersebut sejalan dengan pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor konsumer non primer turun 0,81%, sektor material dasar turun 0,26%, sektor konsumer primer melemah 0,44%, sektor infrastruktur 1,34%, dan sektor material dasar 0,26%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor energi, industry, keuangan, property, dan teknologi.
Di tengah penguatan tersebut, tiga saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Garda Tujuh Buana Tbk (GTBO) sebanyak 34,18% menjadi Rp 212, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) naik 24,46% menjadi Rp 346, dan PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (SHID) menguat 24,64% menjadi Rp 860. Penguatan juga melanda saham PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) sebanyak 16,30% menjadi Rp 314, PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) naik 12,06% menjadi Rp 158, dan PT
Kondisi berbeda dicatatkan lima saham berikut dengan penurunan dalam, yaitu saham INPS jatuh 14,61% menjadi Rp 152, IOTF melemah 14,42% menjadi Rp 89, BRNA turun 10,29% menjadi Rp 610, BMAS turun 10% menjadi Rp 540, dan PCAK turun 8,53% menjadi Rp 8,53.
Baca Juga
Pemerintah Godok Aturan Sapu Jagat Transportasi dan Revisi Perpres Kereta Cepat
Kemarin, IHSG ditutup turun tipis 3,19 poin (0,05%) menjadi 6.878 disertai dengan penurunan drastis nilai transaksi. Penjualan bersih (net sell) saham oleh pemodal asing turun signifikan menjadi Rp 31,55 miliar, terbanyak BBCA Rp 106,39 miliar, BRPT Rp 25,09 miliar, dan ADRO Rp 19,22 miliar.
Penurunan tersebut dipicu atas pelemahan sejumlah sektor saham, seperti sektor keuangan 0,31%, sektor teknologi 0,16%, dan sektor industry. Sebaliknya penguatan melanda saham sektor material dasar, konsumer non primer, dan transportasi lebih dari 1%.
Meski indeks melemah dua saham ini mencatatkan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham PT Wahana Intefood Nusantara Tbk (COCO) melesat 34,19% menjadi Rp 208 dan PT Satria Antaran Prima Tbk (SAPX) naik 24,62% menjadi Rp 324.

