Berkat Prospek Nikel dan Proyek Strategis, Saham INCO Direkomendasikan Beli Target Rp 4.300
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia merekomendasikan beli saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO) dengan target harga baru Rp 4.300 per saham. Rekomendasi ini didorong oleh prospek pertumbuhan jangka panjang, strategi diversifikasi, dan monetisasi aset bijih nikel yang dinilai semakin solid.
Analis Mirae Asset, Muhammad Farras Farhan, menyatakan bahwa valuasi saham INCO berbasis pendekatan sum of the parts (SOTP), dengan estimasi total ekuitas mencapai US$ 2,7 miliar atau sekitar Rp 45,2 triliun. Pilar utama valuasi berasal dari aset tambang Sorowako yang sepenuhnya dimiliki perusahaan, senilai US$ 2,073 miliar.
Baca Juga
IHSG Ditutup Lanjutkan Pelemahan Hari Ini, Nilai Transaksi Saham Ikut Anjlok
Proyek-proyek High Pressure Acid Leach (HPAL) seperti Morowali, Pomalaa, dan Sorowako, meski INCO hanya memiliki 30% saham di dalamnya, tetap menyumbang tambahan valuasi sebesar US$ 183 juta. Potensi jangka panjang dari proyek ini semakin kuat berkat kerja sama strategis dengan perusahaan global seperti GEM, Huayou, dan Ford. Hilirisasi nikel menjadi Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) juga memberi nilai tambah signifikan.
"INCO berpotensi mencetak pendapatan sebesar US$ 1,2 miliar dan laba bersih US$ 167 juta pada 2026, tumbuh 118% secara tahunan, seiring dengan realisasi penjualan bijih nikel saprolit dan limonit mulai kuartal IV-2025," tulis Farras dalam risetnya, Jumat (4/7/2025).
Ia menambahkan, efisiensi biaya melalui penurunan harga energi dan normalisasi input turut mendukung proyeksi margin yang lebih sehat ke depan.
Baca Juga
Vale (INCO) Tunjuk Anak Usaha United Tractors (UNTR) sebagai Kontraktor Tambang Blok Pomalaa
Meski demikian, investor tetap perlu mencermati sejumlah risiko, antara lain: potensi penurunan harga nikel global (LME), keterlambatan proyek HPAL, serta tertundanya izin RKAB. Risiko ini dapat memengaruhi kinerja jangka pendek, terutama karena monetisasi bijih menjadi penopang utama pemulihan laba 2025.
Namun, harga saham INCO yang telah rebound dari titik terendah April 2025 di Rp 1.930 menunjukkan bahwa sebagian besar sentimen negatif telah tercermin di pasar. Ini membuka ruang bagi re-rating yang lebih positif seiring kemajuan proyek strategis yang dijalankan perusahaan.

