Didukung Inovasi dan Ekspor, Intip Target Baru Saham MYOR
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Dua sekuritas ini mempertahankan rekomendasi beli saham PT Mayora Indah Tbk (MYOR) didukung proyeksi berlanjutnya perutmbuhan kinerja keuangan emiten tersebut ke depan. Rekomendasi tersebut mempertimbangkan invasi produk, ekspansi pasar, serta perubahan perilaku konsumen.
Hal ini mendorong Phillip Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MYOR dengan target harga Rp 2.500. Begitu juga dengan Sucor Sekuritas merekomendasikan beli saham MYOR dengan target harga Rp 2.450.
Baca Juga
Analis Phillip Sekuritas Indonesia Helen mengatakan, Mayora Indah (MYOR) diperkirakan lanjutkan kinerja positif dalam jangka panjang, seiring strategi bisnis yang mengandalkan inovasi produk dan ekspansi ekspor. Perusahaan ini juga menunjukkan kepemimpinan merek yang kuat di berbagai segmen, baik di pasar domestik maupun internasional.
Mayora juga dinilai memiliki rekam jejak inovasi yang solid dan strategi ekspor yang agresif, yang mendukung pertumbuhan penjualan secara berkelanjutan di seluruh pasar utama. Permintaan yang kuat di berbagai negara diyakini akan terus mendorong kinerja MYOR dalam beberapa tahun ke depan.
“Prospek jangka panjang kami tetap positif, mengingat perusahaan terus memanfaatkan pipeline inovasi dan menjalankan strategi ekspansi regional secara konsisten,” demikian kutipan dari riset tersebut.
Dengan fundamental yang solid dan strategi yang terfokus pada pertumbuhan berkelanjutan, MYOR dinilai sebagai salah satu saham consumer goods yang menarik untuk jangka menengah hingga panjang. Saham MYOR ditargetkan menuju Rp 2.500 per saham menggunakan metode valuasi price to earnings (P/E) 16,2x dan price to book value (P/BV) 2,8x berdasarkan proyeksi keuangan tahun 2026.
Baca Juga
Usai PLTP Lumut Balai Unit 2 Dioperasikan, PGEO Ungkap Penambahan Kapasitas Selanjutnya
Pandangan positif terhadap saham ini juga diberikan analis Sucor Sekuritas Giovanus Marcell Lie. Menurut dia, Mayora Indah (MYOR) berpotensi mencatatkan pertumbuhan penjualan signifikan berkat tren konsumen yang beralih ke produk makanan ringan murah dan bergulirnya bantuan tunai pemerintah. Hal ini menjadikan saham ini dipertahankan rekomendasi beli dengan target harga Rp 2.450, mengindikasikan prospek pemulihan margin dan pertumbuhan berkelanjutan.
Dalam situasi konsumen yang semakin berhemat, menurut dia, produk makanan ringan bermerk dengan harga terjangkau, seperti milik MYOR menjadi pilihan utama. Program bantuan tunai pemerintah sebesar Rp 600.000 untuk keluarga berpenghasilan rendah juga meningkatkan daya beli masyarakat.
Selain itu, skema makan bergizi gratis (MBG) yang ditargetkan menjangkau 17 juta siswa hingga 2025, menyisakan ruang konsumsi tambahan bagi anak-anak untuk membeli jajanan setelah sekolah. Dengan selisih harga tipis terhadap produk tanpa merek, MYOR dinilai akan terus meningkatkan pangsa pasar meski sentimen konsumen masih lemah.
Baca Juga
Begini Prediksi Kinerja dan Saham Terbaru Mayora (MYOR), Layak Dilirik?
Proyeksi kenaikan kinerja keuangan juga didukung berlanjutnya efisiensi dan tidak adanya kenaikan harga jual tahun ini yang diharapkan menopang volume penjualan hingga akhirnya berimbas terhadap kinerja keuangan. MYOR juga bakal didukung penghapusan pajak minuman berpemanis oleh pemerintah akan menjadi angin segar, mengingat gula menyumbang 17% dari biaya pokok produksi (COGS) perseroan.
Sucor Sekuritas memperkirakan laba MYOR tahun 2025–2026 masing-masing sebesar Rp 3,1 triliun (+8% YoY) dan Rp 3,7 triliun (+9% YoY). Pertumbuhan ini ditopang oleh peningkatan penjualan, efisiensi biaya, bersamaan dengan penurunan biaya bahan baku pada paruh kedua 2025.

