Margin Diprediksi Pulih, Begini Target Harga Saham Merdeka Battery (MBMA)
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) diperkirakan mengalami pemulihan margin yang signifikan dalam beberapa kuartal mendatang. Hal ini didorong oleh aktivitas commissioning proyek AIM yang mulai ramp-up serta normalisasi produksi.
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, laba MBMA bisa mencapai US$ 25 juta pada 2025 dan melonjak menjadi US$ 85 juta pada 2026, mencerminkan pertumbuhan laba sebesar +10% dan +241% secara tahunan (YoY). Pertumbuhan didukung pengoperasian penuh empat pabrik dalam proyek acid, iron, dan metals (AIM) pada semester II-2025 (2H25) dan peningkatan marjin secara bertahap.
Baca Juga
Laba Bersih Merdeka Battery (MBMA) Turun 39%, Ini Penyebabnya
Dengan prospek pertumbuhan yang kuat, Sucor Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham MBMA dengan target harga Rp 640 per saham.
Proyeksi peningkatan kinerja keuangan tersebut didukung sejumlah faktor positif, seperti ekspektasi pulihnya harga nikel global. Selain itu, cadangan nikel yang besar serta kemitraan strategis MBMA dengan Tsingshan Group, raksasa industri nikel asal Tiongkok, menjadi fondasi kuat bagi ekspansi jangka panjang perusahaan.
Sumber: Sucor Sekuritas
Proyeksi pertumbuhan kinerja perseroan juga datang dari proyek HPAL, entitas patungan (JV) yang 27% sahamnya dimiliki MBMA, telah menghasilkan 4.569 ton nikel dalam bentuk MHP dan menjual 2.184 ton pada Maret 2025. Harga jual rata-rata mencapai US$ 12.149 per ton dengan biaya kas sekitar US$ 9,874/ton (setelah kobalt).
Baca Juga
Target Harga Tinggi, Bumi Resources (BRMS) Siap Gandakan Produksi Emas hingga Lonjakan Laba Ini
MBMA sebelumnya juga telah mendirikan JV baru bernama Sulawesi Nickel Cobalt (SLNC) HPAL, yaitu MBMA menjadi pemegang 23% saham perusahaan patungan tersebut. SLNC diharapkan mulai berproduksi pada paruh kedua 2027 dengan target produksi tahunan sebesar 90.000 ton nikel dalam bentuk MHP.
Sebelumnya, MBMA mengumumkan penurunan pendapatan kuartal I-2025 sebanyak 18% menjadi US$ 366 juta dan 21% secara kuartalan. Angka ini sejalan dengan estimasi analis sebesar 24% dari target setahun penuh dan konsensus 22%. Penurunan tersebut memicu MBMA berbalik rugi bersih sebanyak US$ 0,6 juta, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 4 juta.
Penurunan ini dipicu pelemahan volume penjualan produk nickel pig iron (NPI) akibat pemeliharaan pabrik serta aktivitas pertambangan yang melambat. Margin operasi melemah di hampir seluruh segmen akibat penurunan harga jual rata-rata (ASP) dan volume penjualan. NPI sebagai kontributor utama pendapatan MBMA mencatat penurunan.

