Penambahan Jumlah Emiten Berlanjut, BEI Kini Menjadi Bursa Peringkat Dua di Asean
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) tercatat sebagai bursa dengan jumlah emiten terbanyak kedua di kawasan Asean setelah Malaysia. Total emiten yang tercatat telah mencapai 956 perusahaan hinggga 28 Mei 2025.
Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna mengatakan jumlah emiten tersebut menandakan kemajuan signifikan pasar modal Tanah Air dalam menarik minat perusahaan untuk melantai di bursa.
“Secara regional, BEI menduduki posisi ke-2 di ASEAN untuk total perusahaan tercatat saham,” kata Nyoman dalam konferensi pers Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI di Jakarta, Rabu (25/6/2025).
Baca Juga
Dalam daftar tersebut, Malaysia berada di posisi teratas dengan 1.048 perusahaan tercatat. Indonesia unggul atas Thailand yang mencatatkan 858 perusahaan dan Singapura dengan 613 perusahaan.
Hingga akhir Mei, sebanyak 14 perusahaan telah resmi BEI melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) dan listing perdana di BEI dengan total dana yang dihimpun mencapai Rp 7,01 triliun.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama BEI, Iman Rachman, menyampaikan momentum pertumbuhan pencatatan saham baru masih terjaga tahun ini. Tak hanya dari sisi jumlah, kualitas emiten juga semakin meningkat.
Baca Juga
Short Selling Saham Diimplementasikan September? Ini Penjelasan BEI
“Momentum pertumbuhan masih berlanjut pada 2025, dengan jumlah pencatatan saham baru sampai akhir Mei sebanyak 14 perusahaan. Dari total tersebut, tiga di antaranya merupakan lighthouse IPO, yaitu perusahaan dengan kapitalisasi pasar minimal Rp 3 triliun dan free float minimum 15%, atau nilai kapitalisasi pasar free float di atas Rp700 miliar,” jelas Iman.
Pipeline
Sedangkan data pipeline IPO, Nyoman mengungkapkan total terdapat 14 perusahaan berada dalam antrean akan melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia.
Sebanyak delapan perusahaan masuk kategori aset skala besar di atas Rp 250 miliar, sebanyak lima perusahaan beraset skala menengah antara Rp 50 miliar sampai Rp 250 miliar, dan sebanyak satu perusahaan beraset skala kecil dengan aset di bawah Rp 50 miliar.
Dari sisi sektor, sebanyak tiga perusahaan sektor keuangan, tiga perusahaan sektor transportasi dan logistik, dan dua perusahaan sektor barang baku. Sementara, dua perusahaan sektor barang konsumen primer, dua perusahaan sektor kesehatan, satu perusahaan sektor barang konsumen non primer, serta satu perusahaan sektor energi.
Baca Juga
Sistem Disiapkan, BEI Bakal Buka Kode Domisili Dilanjutkan Kode Broker?
Hingga kini, delapan perusahaan sedang menggelar penawaran umum perdana (IPO) saham dengan total target dana Rp 3,40 triliun. Kedelapan emiten tersebut terdiri atas PT Prima Multi Usaha Indonesia Tbk (PMUI) dengan target dana maksimal Rp 208,8 miliar dan PT Merry Riana Edukasi Tbk (MERI) dengan target dana sebanyak-banyaknya Rp 39,99 miliar.
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) dengan target maksimal Rp 2,37 triliun, PT Indokripto Koin Semesta Tbk (KOIN) dengan target dana Rp 231,61 miliar, PT Diastika Biotekindo Tbk (CHEK) dengan target dana paling banyak Rp 97,80 miliar, PT Trimitra Trans Persada Tbk (BLOG) dengan target dana maksimal Rp 152,07 miliar, PT Asia Pramulia Tbk (ASPR) dengan target dan sebanyak-banyaknya Rp 100,68 miliar, PT Pancaran Samudera Transport Tbk (PSAT) akan menggelar IPO saham dengan target dana Rp 200,11 miliar.

