Laba BEI Melesat 16,3% di 2024, Meski IHSG Terjun 3,24%
JAKARTA, investortrust.id - Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi laba bersih sepanjang 2024 senilai Rp 673 miliar atau bertumbuh sebanyak 16,3% dari realisasi tahun 2023 senilai Rp 579 miliar.
Direktur Utama BEI Iman Rachman mengatakan, peningkatan laba tersebut ditopang oleh pertumbuhan pendapatan yang solid. Pertumbuhan mencapai 12,9% menjadi Rp 2,82 triliun pada 2024, dibandingkan tahun 2023 mencapai Rp 2,49 triliun.
Baca Juga
"Pertumbuhan pendapatan ini didukung oleh kenaikan rata-rata nilai transaksi harian atau RNTH dari Rp 10,75 triliun per hari tahun 2023 menjadi Rp 12,85 triliun per hari. Pendapatan dari jasa transaksi maupun jasa kliring yang tumbuh baik ini menjadi pendorong peningkatan pendapatan serta pertumbuhan dari jumlah pelanggan data fit di tahun 2024," ujar Iman dalam konferensi pers RUPST BEI di Jakarta, Rabu, (25/6/2025).
Sebanyak 74% pendapatan disumbangkan segmen transaksi bursa. Namun, terdapat penurunan 0,3% pada pendapatan non-transaksi bursa akibat turunnya pendapatan pendanaan Repo dengan pelemahan 19,6%. Peningkatan pendapatan transaksi tersebut terjadi saat indeks harga saham gabungan (IHSG) terjerembab sebanyak 3,24% menjadi 7.079 sepanjang 2024.
Di sisi lain, pendapatan dari investasi anak perusahaan dan entitas asosiasi meningkat tajam masing-masing sebesar 13,4% dan 9,1%, turut mendorong laba bersih.
Baca Juga
Total beban perusahaan juga mengalami peningkatan sebesar 10,7%, dari Rp 1,82 triliun pada tahun 2023 menjadi Rp 2,02 triliun di tahun 2024. Peningkatan ini disebabkan oleh adanya kenaikan biaya administrasi sebesar 40,6%, khususnya dari Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) atas piutang entitas anak (PT Pendanaan Efek Indonesia). Selain itu, beban perbaikan dan pemeliharaan juga meningkat karena pengembangan sistem perdagangan dan sistem bisnis perusahaan.
Di sisi lain, belanja modal (capital expenditure) meningkat signifikan sebanyak 32,5% menjadi Rp 279,57 miliar tahun lalu. Hal ini mencerminkan komitmen perusahaan untuk terus mengembangkan infrastruktur dan teknologi di pasar modal.

