Pembukaan Perdagangan BEI 2025 Tak Dihadiri Presiden, IHSG Gagah di Level 7.163
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada penutupan awal perdagangan tahun 2025, Kamis sore, (1/1/2025) mencatatkan penguatan 83,30 poin (1,18%) ke posisi 7.163,20. Sepanjang hari IHSG bergerak direntang 7.088,32-7.163,20.
Hingga akhir perdagangan sesi II IHSG terpantau menguat meski Presiden Prabowo Subianto batal hadir dalam seremoni pembukaan perdagangan 2025 di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (2/1/2025).
Sebanyak 316 saham mengalami kenaikan, 270 saham terkoreksi, dan 210 saham stagnan. Adapun nilai transaksi sebesar 9,02 triliun, lalu volume perdagangan saham sebanyak 19,83 miliar, serta total frekuensi perdagangan mencapai 1.097.262 kali dan kapitalisasi pasar sebesar 12.501,243 triliun.
Penguatan indeks didorong sejumlah kenaikan sektor saham yakni sektor bahan baku 1,78%, 1,65%, energi 1,50%, keuangan 1,50%, properti 1,03% dan teknologi 1,32%. Sebaliknya penurunan melanda sektor consumer siklikal, kesehatan, industri, infrastruktur, consumer non-siklikal dan transportasi.
Baca Juga
Selain itu, sejumlah saham berikut catatkan penguatan hingga auto reject atas (ARA), yakni saham PT Prasidha Aneka Niaga Tbk (PSDN) yang meroket 34,67%, PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) yang terbang 25,86%, dan PT Mulia Boga Raya Tbk (KEJU) yang melesat 24,6%.
Sebaliknya beberapa saham berikut catatkan penurunan dalam, PT Mandala Multifinance Tbk (MFIN), PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA), PT Grand House Mulia Tbk (HOMI).
Sementara itu, di bursa saham Asia terpantau mengalami pelemahan, Indeks Shanghai Composite China menurun 2,64%, indeks Nikkei 225 Jepang melemah 0,96% dan indeks Hang Seng Composite Hong Kong menurun 2,18%.

