Saham Pertamina Geothermal (PGEO) bisa Cuan 35,15%, Intip Faktor Pendorong Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) membidik kapasitas terpasang yang dikelola mandiri sebanyak 1 gigawatt (GW) dalam dua tahun mendatang. Kapasitas tersebut ditargetkan kembali meningkat menjadi 1,7 GW pada 2033.
Guna mecapai target ini, manajemen agresif meningkatkan kapasitas produksi, eksplorasi, dan pengembangan Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) baru, termasuk proyek Lumut Balai Unit 2 yang ditargetkan mulai beroperasi pertengahan tahun ini.
Head of Marketing, Strategy and Planning Kiwoom Sekuritas Indonesia Oktavianus Audi Kasmarandana menyebutkan bahwa dengan target agresif tersebut, harga saham PGEO berpotensi mengalami penguatan dalam jangka panjang. Sentimen yang mendukung, antara lain proyek infrastruktur energi baru terbarukan (EBT) pemerintah dan ekspansi kapasitas 395 megawatt (MW).
Baca Juga
Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Rekor Harga Penutupan, Penguatan bakal Berlanjut?
Ditambah lagi, PGEO baru saja memutuskan pembagian dividen tunai sebesar Rp 53,09 per saham atau tertinggi dalam tiga tahun terakhir. “Hal ini cenderung memberikan spekulasi positif pasar atas kinerja keuangan PGEO,” ungkap Audi kepada Investortrust.id.
Saat ini, Kiwoom Sekuritas Indonesia merekomendasikan hold untuk PGEO dengan target harga Rp 1.730. Sedangkan data perdagangan di Bursa Efek Indonesia mencatatkan, harga saham PGEO sampai penutupan perdagangan sesi I Selasa (24/6/2025) masih berada di kisaran Rp 1.280. Dengan target harga tersebut, terbuka peluang kenaikan sebesar 35,15%.
Pertamina Geothermal Energy (PGE) mengelola kapasitas terpasang sebesar 1.877,5 megawatt (MW), yang masih menjadikannya sebagai perusahaan panas bumi dengan kapasitas terpasang terbesar di Indonesia.
Kapasitas ini terbagi menjadi 672,5 MW dikelola mandiri dan 1.205 MW dikelola melalui skema kontrak operasi bersama (joint operation contract/JOC), dengan hasil produksi listrik pada 2024 mencapai 4.827,22 gigawatt hour (GWh).
Baca Juga
Perdana Pertamina Geothermal (PGEO) Lakukan Sinkronisasi PLTP Lumut Balai Unit 2
Jumlah produksi tersebut tumbuh 1,96% (yoy) dengan kontribusi signifikan dari beberapa area seperti Kamojang bertambah 5,36%, Lahendong naik 0,4%), dan Lumut Balai tumbuh 2,72%.
Energi panas bumi yang dikelola PGE ini menyuplai lebih dari 2 juta rumah tangga di Indonesia, sekaligus berpotensi mengurangi emisi karbon hingga 9,7 juta ton CO₂ per tahun.
Tak hanya fokus pada produksi listrik, PGE juga menjaga komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Komitmen ini tercermin dari 18 penghargaan PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendali Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), termasuk 14 kali berturut-turut oleh PGE Area Kamojang, menjadikan PGE satu-satunya perusahaan dengan pencapaian ini.

