Saham Pertamina Geothermal (PGEO) Cetak Rekor Harga Penutupan, Penguatan bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) kembali menguat hingga berhasil ditutup ke level tertinggi baru sepanjang masa Rp 1.610 pada perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (17/6/2025). Terakhir, level penutupan tertinggi Rp 1.605 terjadi pada 25 September 2023.
Namun demikian harga saham PGEO intraday belum menembus rekor tertingginya, karena harga tertinggi hari ini level Rp 1.650, dibandingkan dengan rekor intraday sebelumnya Rp 1.680 pada 9 Oktober 2023.
Baca Juga
Perdana Pertamina Geothermal (PGEO) Lakukan Sinkronisasi PLTP Lumut Balai Unit 2
Sedangkan berdasarkan data BEI, saham PGEO telah berhasil catatkan penguatan sebanyak 71,28% sepanjang year to date (ytd) tahun 2025. Kenaikan dalam sebulan terakhir mencapai 25,29% dan mencapai 18,38% dalam lima hari perdagangan terakhir.
Lalu, berita apa yang memicu kenaikan pesat harga saham PGEO dalam beberapa pekan terakhir? Berdasarkan data ada dua sentimen positif, yaitu PGEO sebelumnya menetapkan dividen tahun buku 2024 mencapai US$ 136,40 juta atau setara dengan Rp 53,09 per saham. Cum dividen telah berakhir pada 13 Juni dan pembagian dividen ini akan dilaksanakan pada 4 Juli 2025.
Berita positif kedua datang dari sinkronisasi perdana Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2 di Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan, Sabtu (14/6/2025).
Sinkronisasi dilakukan pada kapasitas awal sebesar 10% dari total daya terpasang PLTP Lumut Balai Unit 2 yang dirancang mencapai 55 megawatt (MW). “Sinkronisasi ini merupakan langkah penting di mana listrik dari pembangkit mulai disalurkan ke jaringan listrik PLN. Ini juga merupakan milestone penting yang menunjukkan progres proyek berada di jalur yang tepat,” jelas Direktur Operasional Pertamina Geothermal Energy Ahmad Yani.
Baca Juga
PGEO Ungkap Target Kenaikan Volume Produksi Ini di 2025, Sahamnya Langsung Ngacir
Tahapan tersebut menandai pertama kalinya listrik dari unit pembangkit disalurkan ke jaringan listrik PLN, sebagai bagian penting menuju tahap operasi komersial penuh (commissioning operation date/COD) yang ditargetkan pada akhir Juni 2025.
Selain Lumut Balai Unit 2, PGE juga tengah mengembangkan beberapa proyek strategis lainnya seperti PLTP Hululais Unit 1 & 2 sebesar 110 MW, serta sejumlah proyek cogeneration berkapasitas total 230 MW. PGE juga telah mengidentifikasi potensi sumber daya panas bumi sebesar 3GW dari 10 Wilayah Kerja Panas (WKP) yang dikelola secara mandiri.

