Dua Saham Ini Terbang Saat IHSG Turun Signifikan Sepekan, Ini Daftarnya
JAKARTA, investortrust.id – Meski indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan ini atau 16-20 Juni 2025 ditutup turun signifikan 258,93 poin (3,61%) menjadi 6.907, dua saham ini justru torehkan kenaikan pesat hingga lebih dari 94%.
Data BEI menyebutkan bahwa kenaikan tertinggi dicatatkan saham PT Andalan Sakti Priamindo Tbk (ASPI) mencapai 94,03% menjadi Rp 260 hanya dalam lima hari traksaksi atau sepekan. Begitu juga dengan saham PT Master Print Tbk (PTMR) melesat 75,18% menjadi Rp 240, bahkan pada penutupan perdagangan hari terakhir BEI, saham PTMR melesat hingga auto reject atas (ARA).
Baca Juga
Induk Bursa Kripto di Indonesia Mau IPO Harganya Rp 100–105 per Saham, Apa Saja Keunggulannya?
Harga dengan kenaikan pesat lainnya dicatatkan saham FUJI sengan penguatan 22,99% menjadi Rp 428, MKAP naik 24,39% menjadi 306, ARCI melesat 27,18% menjadi Rp 655, SSIA naik 28,89% menjadi 1.450, LABA melesat 30,56% menjadi Rp 188, ENRG menguat 30,66% menjadi Rp 358, APEX terbang 33,33% ke Rp 136, dan HALI melambung 40,68% ke Rp 83.
Terkait penurunan indeks pekan ini dipicu atas pecahnya konflik senjata Israel dengan Iran bersamaan dengan langkah The Fed yang kembali mempertahankan suku bunga. Penurunan indeks pekan ini dipicu atas pelemahan sebanyak 607 saham. Sisanya 203 saham ditutup stagnan dan hanya 150 saham yang catatkan penguatan.
Tekanan makin dalam setelah sejumlah saham big cap berguguran, seperti BBRI dengan penurunan 5,25%, BBCA turun 3,6%, BMRI melemah 4,27%, dan AMMN terkoreksi 7,01%. Sebaliknya penopang indeks dari kejatuhan datang dari saham PANI dengan kenaikan 7,71%, SSIA 28,89%, ENRG 30,66%, MLPT sebanyak 15,52%, dan ARCI 27,18%.
Baca Juga
Diluncurkan Menkop, Kopdes Ini Digadang-gadang Jadi Contoh Terbaik Pengelolaan Koperasi di Indonesia
Penurunan juga dipengaruhi atas pelemahan seluruh sektor saham pekan ini tertinggi dicatatkan saham sektor material dasar 5,69%. Penurunan lainnya melanda saham sektor industry, consumer non primer, consumer primer, hingga keuangan turun lebih dari 3%.
Berdasarkan data, penurunan IHSG BEI tertinggi kedua di Asean setelah indeks bursa Thailand dengan pelemahan 4,91%, disusul bursa Malaysia 1,01%, Filipina PSEi turun 0,87%, dan Strait Times Singapura melemah 0,72%. Sebaliknya bursa saham Vietnam perkasa dengan kenaikan 2,38% sepekan ini.
Di tengah penurunan signifikan IHSG tersebut, pemodal asing juga terpantau merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham mencapai Rp 4,51 triliun pekan ini, dibandingkan pekan sebelumnya dengan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 1,30 triliun. Hal ini menjadikan net sell saham oleh investor asing sepanjang year to date (ytd) telah mencapai Rp 53,09 triliun.
Lima saham dengan net sell terbanyak dibukukan PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 1,30 triliun, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp 921,22 miliar, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) Rp 641,38 miliar, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 583,73 miliar, dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) Rp 228,21 miliar.
Sebaliknya lima saham dengan torehan pembelian bersih (net buy) terbanyak pekan ini, yaitu saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 276,19 miliar, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 125,73 miliar, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) Rp 85,64 miliar, PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) Rp 72,08 miliar, dan PT Astra International Tbk (ASII) Rp 71,55 miliar.

