Ada Tiga Saham Melesat lebih dari 100% Sepekan, Berikut Daftarnya
JAKARTA, investortrust.id – Tiga saham berhasil cetak lonjakan harga lebih dari 100% dalam sepekan ini. Lompatan tersebut sejalan dengan kenaikan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ke level tertinggi baru (all time high/ATH) setelah ditutup menguat 51,11 poin (0,67%) menjadi 7.721,84.
Ketiga saham tersebut terdiri atas saham PT Mineral Sumberdaya Mandiri Tbk (AKSI) menguat sebanyak 117,27% dari Rp 139 menjadi Rp 302 dalam sepekan. Sleanjutnya saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) melambung sebanyak 105,77% dari Rp 5.200 menjadi Rp 10.700 dan saham PT Perma Plasindo Tbk (BINO) naik sebanyak Rp 158 atau 102,60% dari Rp 154 menjadi Rp 312.
Baca Juga
IHSG Sepekan, Aksi Borong Asin Berlanjut hingga Cetak Rekor Baru
Selain saham tersebut, tujuh saham lainnya mencatatkan kenaikan mulai dari 37% hingga 72%. Di antaranya, saham PICO melesat 37,23% menjadi Rp 129, saham LRNA melesat 39,29% menjadi Rp 195, saham ALKA menguat 53,55% menjadi Rp 476, saham ITMA naik 62,16% menjadi Rp 900, saham KOPI naik 70,34% menjadi Rp 402, saham INTD menguat 72,22% menjadi Rp 248, dan saham HOMI menguat 72,26% menjadi Rp 236.
Pekan ini, pemodal asing terpantau lanjutkan pembelian bersih (net buy) saham jumbo senilai Rp 3,26 triliun pekan ini. Memang terjadi penurunan dibandingkan pekan sebelumnya senilai Rp 15,09 triliun. Tingginya net buy saham pekan lalu dipicu adanya crossing saham PT Fajar Surya Wisesa Tbk (FASW), PT Mandala Multifininace Tbk (MFIN), dan beberapa saham lainnya Rp 12,44 triliun.
Baca Juga
Catat! Jadwal Siaran Langsung Timnas Indonesia Lawan Australia di SUGBK
Penguatan indeks pekan ini ditopang atas kenaikan sebanyak 389 saham dan 225 saham ditutup stagnan. Hnaya sebanyak 325 saham yang mencatatkan penurunan.
Secara sectoral, penguatan indeks pekan ini ditopang berkat lompatan saham sektor keuangan 4,26%, sektor Kesehatan 2,33%, sektor teknologi 1,28%, sektor infrastruktur 1,44%, dan sektor property 2,11%. Sebaliknya penurunan sektor paling dalam melanda sektor material dasar 2,1%, sektor energi 0,68%, dan sektor consumer primer 0,20%.
Grafik Saham AKSI, DNET, BINO

