Agresif, TBS Energi (TOBA) Targetkan Kapasitas Pembangkit Energi Terbarukan 370 MW hingga 2030
JAKARTA, investortrust.id - PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) tengah mempercepat pengembangan portofolio energi terbarukan dengan Pembangunan kapasitas hingga 370 megawatt (MW) dengan target tuntas tahun 2030.
“Ke depan, kami memiliki sejumlah pipeline proyek yang sedang dikerjakan melalui skema bidding. Total target kapasitasnya mencapai sekitar 370 MW hingga 2030,” kata Head of Investor Relations TOBA Mirza Hippy menjawab pertanyaan investortrust.id saat paparan publik secara daring Jumat, (20/6/2025).
Baca Juga
Garuda Metalindo (BOLT) Tetapkan Dividen hampir 50% dari Laba 2024, Simak Jadwal Ini
Sebagaimana diketahui, TOBA telah mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) berkapasitas 6 MW di Sumber Jaya, Lampung Barat. Selain itu, perusahaan tengah memprioritaskan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 46 MW di Batam, yang menjadi salah satu proyek strategis tahun ini.
“Saat ini, kami sudah memiliki satu market yang beroperasi, yaitu PLTMH Sumber Jaya 6 MW di Lampung. Fokus kami tahun ini adalah penyelesaian proyek di Batam dengan kapasitas 46 MW,” terang Mirza.
Dia menambahkan, proyek di Batam menyimpan potensi besar untuk dikembangkan lebih lanjut, tak hanya untuk memenuhi kebutuhan listrik lokal dan kawasan industri, tetapi juga sebagai peluang ekspor energi.
Baca Juga
Net Sell Membengkak Rp 2,73 Triliun, 4 Saham Big Bank Diobral
“Dari proyek di Batam, sebenarnya ada beberapa potensi yang bisa dieksplorasi lebih lanjut. Bahkan, saat ini, perseroan menjajaki peluang ekspor listrik dan telah menerima Letter of Intent (LoI), meskipun belum bisa diungkap secara detail,” jelasnya.
Tak hanya pada PLTMH dan PLTS, TOBA juga aktif menjajaki peluang pengembangan proyek lain yang telah tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL), antara lain Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA).
Sementara itu, saham TOBA mencatatkan penguatan pesat lebih dari 74% dalam sebulan terakhir menjadi Rp 805. Dipicu lompatan harga tersebut, saham TOBA sempati terkena penghentian sementara atau suspesi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 18 Juni 2025.

