Garuda Metalindo (BOLT) Tetapkan Dividen hampir 50% dari Laba 2024, Simak Jadwal Ini
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menetapkan pembagian dividen tunai Rp 46,87 miliar kepada pemegang saham dari keuntungan kinerja tahun 2024. Nilai dividen tersebut setara dengan Rp 20 per saham.
“Dalam RUPS diputuskan oleh para pemegang saham untuk membagikan dividen sebesar Rp 20 per saham atau sekitar 49,5% dari laba bersih perseroan tahun 2024. Cum date (dividen) adalah 30 hari dari hari ini, yaitu berarti tanggal 20 Juli 2025,” jelas Direktur Garuda Metalindo Anthony Wijaya dalam paparan publik secara virtual, Jumat (20/6/2025).
Baca Juga
IHSG Anjlok 50 Poin, Sebaliknya SSTM, PMTR, dan AGAR Terbang hingga ARA
Tahun lalu, produsen dan distributor komponen otomotif tersebut mengalami penurunan laba bersih sekitar 16% (yoy) menjadi Rp 100,77 miliar. Raihan ini berbanding terbalik dengan penjualan bersih yang naik tipis dari Rp 1,46 triliun pada 2023 menjadi Rp 1,47 triliun pada 2024.
“Kita bisa lihat bahwa di tahun 2024 memang terjadi penurunan penjualan dan produksi otomotif di Indonesia, masing-masing sebesar 10,9% dan 14,3% year on year. Ini terutama disebabkan oleh berkurangnya insentif dari pemerintah, yang sebelumnya sempat mendorong pasar sejak pandemi 2022,” jelas Anthony.
Pelanggan Garuda Metalindo meliputi subsektor otomotif, infrastruktur alat berat, hingga kendaraan listrik. Beberapa contoh original equipment manufacturer (OEM) yang menyerap produk perseroan adalah Toyota, Honda, dan Daihatsu.
Baca Juga
Kemudian pelanggan komponen otomotif BOLT meliputi Denso, Astra Otoparts, Showa, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk pasar ekspor, perusahaan menjual produk perusahaan Showa, Nifast, Subros, dan lain sebagainya. Di industri general, perseroan memiliki pelanggan Panasonic, Miyako, Maspion, dan hingga Chitose.
Terakhir, pada subsektor industri alat berat, produk Garuda Metalindo diserap oleh Hitachi, Komatsu, dan beberapa merk lainnya.
“Saat ini kami sedang terus mengembangkan ekspor, dengan negara terbesar tujuan ekspor adalah Jerman, sisanya terdapat Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Malaysia, Thailand, Philippines, India, Brazil, dan Meksiko,” tutup Anthony.

