Fokus Ekspansi dan Teknologi, Garuda Metalindo (BOLT) Bidik Pertumbuhan Laba 15% di 2026
JAKARTA, investortrust.id – PT Garuda Metalindo Tbk (BOLT) menargetkan pertumbuhan laba bersih sekitar 15% pada 2026, dengan peningkatan pendapatan di kisaran 5–10%. Target ini akan dicapai dengan menerapkan tiga strategi.
Manajemen BOLT melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (16/4/2026), menyebutkan bahwa perseroan akan focus terhadap tiga pilar utama guna mewujudkan target tersebut, yakni ekspansi pasar, diversifikasi bisnis, serta investasi teknologi.
Pada aspek ekspansi pasar, perseroan akan meningkatkan penetrasi pada segmen kendaraan roda dua dan roda empat, sekaligus mempercepat ekspansi ekspor ke Eropa, India, dan Amerika Serikat dengan memanfaatkan pergeseran rantai pasok global yang masih berlangsung.
Baca Juga
Garuda Metalindo (BOLT): Efisiensi dan Ekspansi Penopang Lonjakan Laba
BOLT juga akan memperluas pangsa pasar ekspor bahan mentah (wire rod), khususnya ke kawasan Amerika Utara dan negara-negara yang tengah mencari alternatif pemasok.
Dari sisi diversifikasi, BOLT melihat potensi pertumbuhan dari segmen non-otomotif, termasuk alat berat, infrastruktur, dan industri umum. Perseroan juga berencana melengkapi integrasi vertikal, khususnya untuk mendukung segmen infrastruktur, melalui pembelian mesin Hot Dip Galvanized baru. Selain itu, pengembangan produk aftermarket untuk kebutuhan alat berat mulai dilakukan.
Capex Rp 60 Miliar
Sementara itu, pada aspek investasi teknologi, perseroan mengalokasikan belanja modal sekitar Rp 60 miliar pada 2026, dengan sekitar 75% diarahkan untuk pengembangan teknologi dan peningkatan efisiensi.
Fokus utamanya mencakup digitalisasi proses bisnis, automasi, serta berbagai inisiatif efisiensi operasional. Langkah ini diperkuat melalui implementasi otomasi secara bertahap di seluruh pabrik, penambahan panel surya, optimalisasi penggunaan material melalui improvement desain dan engineering, serta efisiensi tenaga kerja dan proses produksi.
Baca Juga
Kemenperin Perkuat Industri Otomotif Nasional Lewat TKDN dan Standar SNI
Secara kinerja, sepanjang 2025 BOLT membukukan pendapatan sebesar Rp 1,66 triliun, meningkat 12,9% dibandingkan Rp 1,47 triliun pada 2024. Laba bersih perseroan juga naik 41,5% menjadi Rp 142 miliar dari Rp 100 miliar pada periode sebelumnya.
Dari sisi segmen, pendapatan suku cadang sepeda motor tercatat Rp 552 miliar pada 2025, naik dari Rp 517 miliar pada 2024. Segmen suku cadang otomotif roda empat meningkat menjadi Rp 344 miliar dari Rp 118 miliar. Sementara itu, pendapatan komponen kendaraan tercatat Rp 317 miliar, turun dari Rp 345 miliar pada tahun sebelumnya.
Baca Juga
Menperin Targetkan Pasar Otomotif Domestik Didominasi Kendaraan Listrik, Mobil Fosil Fokus Ekspor
Pendapatan dari industri lainnya meningkat menjadi Rp 69 miliar pada 2025 dari Rp 49 miliar pada 2024. Penjualan bahan baku tercatat sebesar Rp 265 miliar, turun dibandingkan Rp 357 miliar pada tahun sebelumnya.
Di sisi ekspor, BOLT mencatatkan pendapatan sebesar Rp 120 miliar pada 2025, meningkat 36% dibandingkan Rp 88 miliar pada 2024. Sementara itu, penjualan domestik naik 11,6% menjadi Rp 1,54 triliun dari Rp 1,38 triliun, menunjukkan pertumbuhan perseroan ditopang oleh ekspansi ekspor dan penguatan pasar dalam negeri.

