IHSG Sesi I Jatuh 50 Poin, Sebaliknya Dua Saham Ini malah ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (19/6/2025), ditutup melemah sebanyak 50,4 poin (0,72%) menjadi 6.918. Rentang pergerakan 6.873-6.970 dengan nilai transaksi Rp 6,51 triliun.
Pelemahan dipicu atas kejatuhan mayorita sektor saham, seperti sektor property 1,46%, sektor material dasar 0,89%, sektor industry 0,88%, sektor consumer non primer 0,74%, dan sektor consumer primer 0,78%. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor transportasi 0,76%.
Baca Juga
Harga Emas Turun meski Timur Tengah Bergejolak, Saatnya Beli?
Meski IHSG terjerembab, dua saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA) PT Master Print Tbk (PTMR) naik 34,08% menjadi Rp 240 dan PT Asia Sejahtera Mina Tbk (AGAR) naik 24,77% menjadi Rp 272.
Kenaikan pesat juga melanda saham PT Sunson Textile Manufacture Tbk (SSTM) sebanyak 28,24% menjadi Rp 218, PT Chitose Internasional Tbk (CINT) naik 24,55% menjadi Rp 208, dan PT Andalan Sakti Primaindo Tbk (ASPI) sebanyak 20,87% menjadi Rp 278,
Sebaliknya penurunan melanda saham MBSS sebanyak 15% menjadi Rp 1,700, IOTF sebanyak 14,52% menjadi Rp 147, OBAT sebanyak 14,03% menjadi Rp 380, JATI turun 11,04% menjadi Rp 137, dan JECC melemah 10,61% menjadi Rp 800.
Kemarin, IHSG ditutup tersungkur sebanyak 139,15 poin (1,96%) ke level terendah baru dalam sebulan terakhir menjadi 6.968. Pemodal asing juga membukukan penjualan bersih (net sell) jumbo mencapai Rp 1,25 triliun terbanyak melanda saham BMRI, ANTM, dan BBRI.
Baca Juga
Sejam Perdagangan, IHSG Terjun 1,26% ke Level 6.883, Big Cap Jadi Penyeret
Penurunan sejalan dengan koreksi seluruh sektor saham, seperti material dasar 3,76%, sektor energy 1,78%, sektor teknologi 2%, sektor tranportasi 3,86%, dan sektor keuangan 1,61%. Penurunan makin dalam setelah sejumlah saham big cap melemah tajam.
Meski IHSG terjungkal, saham ini tetap perkasa, yaitu PT Cahayasakti Investindo Sukses Tbk (CSIS) naik 35% menjadi Rp 81, PT Green Power Group Tbk (LABA) naik 23,93% menjadi Rp 202, PT Nusantara Almazia Tbk (NZIA) naik 21,95% menjadi Rp 100, PT Master Print Tbk (PMTR) naik 14,74% menjadi Rp 179, dan PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) naik 14,65% menjadi Rp 1.800.

