Laba Adi Sarana (ASSA) Terbang 289,45%, Simak Kembali Target Harga Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Tbk (ASSA) membukukan lonjakan laba tahun berjalan sebanyak 289,45% menjadi Rp 152,82 miliar pada semester I-2024, dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 39,24 miliar. Sedangkan laba per saham naik dari Rp 19,51 menjadi Rp 34,79 per saham.
Manajemen ASSA dalam rilis laporan kinerja keuangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (29/7/2024) menyebutkan, lompatan laba tersebut berbanding terbalik dengan pendapatan yang justru turun tipis dari Rp 2,38 triliun menjadi Rp 2,36 triliun.
Lompatan laba ditopang atas sejumlah factor, seperti penurunan beban pokok pendapatan dari Rp 1,82 triliun menjadi Rp 1,69 triliun. Alhasil laba bruto naik dari Rp 568,62 miliar menjadi Rp 676,67 miliar.
Baca Juga
Ini Strategi Adi Sarana Armada (ASSA) Genjot Kinerja Keuangan
Kenaikan laba juga didukung atas penurunan beba umum dan administrasi dari Rp 382,70 miliar menjadi Rp 350,54 miliar, sehingga laba operasi melesat dari Rp 198,38 miliar menjadi Rp 327,46 miliar. Peningkatan laba juga didukung penurunan beban keuangan dari Rp 151,56 miliar menjadi Rp 144,14 miliar.
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian dalam riset yang diterbitkan pekan lalu menyebutkan bahwa potensi pertumbuhan ASSA terbuka lebar dengan target kenaikan laba bersih tahun ini bisa mencapai 149% menjadi Rp 259 miliar dan kembali melesat sebanyak 11% menjadi Rp 287 miliar pada 2025.
Dua faktor utama pendongkrak kinerja keuangan, menurut dia, datang dari bisnis penyewaan kendaraan, khususnya pelanggan korporat, menunjukkan rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) sebanyak 8% dalam lima tahun terkahir. Segmen ini menyumbang sebanyak 35% terhadap total pendapatan perseroan.
“Kami mengantisipasi tingkat pertumbuhan segmen jasa penyewaan kendaraan bisa menghasilkan CAGR 9% untuk lima tahun mendatang. Kenaikan didorong ekspektasi pertumbuhan permintaan penyewaan mobil dari pelanggan korporat, Pertumbuhan terdorong atas ekspansi perseroan, seperti Bali, Solo, dan Lampung bersamaan dengan kehadiran layanan mobile online,” tulisnya.
Baca Juga
Melesat 21% dalam Sebulan, Saham Adi Sarana (ASSA) Ternyata Simpan Potensi Besar
Selain segmen ini, dia mengatakan, bisnis layanan logistic akan menjadi sumber pertumbuhan selanjutnya bagi Adi Sarana (ASSA). Hal ini didukung inovasi perseroan dengan pengembangan logistic end-to-end komprehensif melalui platform Cargosahre dan AnterAja.
Pertumbuhan pesat juga didukung manajemen gudang yang lebih mumpuni untuk menghasilkan layanan logistic terintegrasi. “Perseroan juga agresif menarik pelanggan besar untuk penyediaan Solusi distribusi yang komprehensif, sehingga volume pengiriman diharapkan tumbuh signifikan,” terangnya.
Berbagai factor positif tersebut mendorong Sucor Sekuritas merevisi naik target harga saham Adi Sarana (ASSA) menjadi Rp 1.210. Target harga tersebut mengimplikasikan perkriaan PE tahun 2024 dan 2025 sekitar masing-masing 15 kali dan 4,3 kali. Dengan harga penutupan saham ASSA pekan ini level Rp 775, terbuka peluang penguatan sebanyak 56%.
Grafik Saham ASSA

