Pertumbuhan Berlanjut, Saham Adi Sarana (ASSA) bisa Dulang Cuan lebih dari 130%
JAKARTA, investortrust.id – PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) diproyeksikan mampun untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja keuangan kuat tahun ini. Peluang pertumbuhan tersebut didukung tiga segmen bisnisnya, logistik, penyewaan kendaraan, hingga lelang kendaraan.
Hal ini mendorong Sucor Sekuritas untuk mempertahankan rekomendasi beli saham ASSA dengan target harga Rp 1.300. Dengan harga penutupan Rp 565 terbuka peluang penguatan harga saham ASSA sebanyak 130%.
Baca Juga
Adi Sarana (ASSA) Bukukan Lompatan Laba Atribusi Entitas Induk 135%, Nilainya Segini
Analis Sucor Sekuritas Christofer Kojongian mengatakan, bisnis logistik tetap menjadi kunci utama penopang pertumbuhan lebih lanjut kinerja keuangan Adi Sarana (ASSA) ke depan. Perseroan sebelumnya telah luncurkan inisiatif Cargoshare untuk penguatan layanan end-to-end logistic solution.
Perseroan juga telah meluncurkan layanan logistik halal, manajemen gudang, solusi cold chain, insurance, hingga drop-off point. Perseoran juga telah meraih kontrak jasa logisktik dengan Sampoerna dan diharapkan kembali mendapatkan kontrak B2B ke depan.
Sumber: Sucor Sekuritas
“Kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan segmen logistik perseroan mencapai 13% menjadi Rp 2,2 triliun tahun ini terdorong peningkatan volume pengiriman bersamaan dengan penguatan sinergi layanan logistiknya,” tulisnya dalam rsiet yang dirilis kemarin.
Pertumbuhan ASSA, terang Christofer, juga datang dari segmen rental mobil. Meski menghadapai tantangan di tengah kondisi ekonomi saat ini, segmen bisnis ini diperkirakan tetap lanjutkan pertumbuhan terdorong peningkatan permintaan dari segmen swasta. Diproyeksikan perseroan akan menambah sekitar 1% jumlah armada dan kenaikan biaya rental berkisar 3%. Sedangkan tingkat utilisasi diproyeksikan stabil level 93%.
Baca Juga
Adi Sarana Armada (ASSA) Incar Pertumbuhan Industri Logistik Sampai 10%
“Dengan asumsi tersebut kami memperkirakan pertumbuhan pendapatan rental bisa mencapai 4% tahun ini. Segmen ini diharapkan berkontribusi sebanyak 37% terhadap pendapatan konsolidasi Adi Sarana,” tulisnya.
Terakhir segmen lelang kendaraan bermotor, menurut dia, proyeksi pertumbuhan segmen ini diprediksi tak kalah dengan segmen bisnis logistik dan rental. Hal ini didukung berlanjutnya ekspansi anak usahanya PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) melalui penambahan gerai Caroline dan penambahan jumlah kendaraan yang dilelang melajui PT JBA Indonesia.
Adi Sarana (ASSA), disebut Sucor Sekuritas, menunjukkan perbaikan signifikan ROE dan ROIC dari 5,6% dan 1,7% pada 2023 menjadi 12,5% dan 8,6% pada 2024. Dengan perkiraan tidak ada lagi belanja modal besar ke depan, ROE dan ROIC ASSA diperkirakan terus meningkat. Sedangkan DER diprediksi lanjutkan penurunan dan rasio dividen diharapkan mencapai 30%.

