Allied Hill Ungkap Nilai Akuisisi 92,42% Saham Toba Pulp (INRU), Harga Jauh di Bawah Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Allied Hill Limited, perusahaan asal Hong Kong, mengakuisisi sebanyak 1,28 miliar (92,42%) saham PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), sebanyak Rp 555,8 miliar. Nilai tersebut merefleksikan harga Rp 433 per saham dan penyelesaian transaksi melalui pasar negosiasi Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 10 Juni 2025.
Berdasarkan data harga akuisisi ini jauh di bawah harga penutupan saham INRU Rp 920 pada penutupan perdagangan BEI 5 Juni 2025 atau sebelum saham ini dikenakan suspend.
Direktur dan Cosec INRU Anwar Lawden dalam keterbukaan informasi di BEI, Jumat (13/6/2025) menyebutkan bahwa Allied Hill Ltd (AHL) merupakan perusahaan holding investasi yang terdaftar di Hong Kong. Everpo Investments Ltd bertindak sebagai pemegang 100% saham AHL dan Joseph Oetomo tercatat sebagai pemilik manfaat akhir perusahaan tersebut.
Baca Juga
Investor Asal Hong Kong Akuisisi 92,42% Saham Toba Pulp (INRU), Bakal Tender Wajib Saham Publik?
Joseph Oetomo merupakan Direktur Raja Garuda Mas (RGM), yaitu perusahaan berbasis sumber daya yang terintegrasi secara global, dengan bisnis di bidang kertas, minyak sawit, viscose, konstruksi dan energi, properti, dan manajemen aset. RGM sendiri merupakan perusahaan yang dididirikan dan dikendalikan Sukanto Tanoto.
Usai menuntaskan akuisisi mayoritas saham, pengendali baru akan wajib melaksanakan penawaran tender wajib atas saham public. Namun demikian pemegang saham mayoritas belum mengungkapkan jadwal pelaksanaannya. Pengendali baru juga berkomitmen untuk menambah jumlah saham bereadar (free float) usai transaksi tersebut.
Sebelum transaksi tersebut, saham INRU ternyata telah melesat lebih dari 134,69% dalam sebulan terakhir ke level Rp 920. Lompatan tersebut membuat saham INRU terkena penghentian sementara (suspend) oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) lebih dari satu hari perdagangan. Penghentian sementara kedua dilakukan mulai perdagangan hari ini.
Hingga kuartal I-2025, emiten pulp kertas ini membukukan penurunan pendapatan dari US$ 19,16 juta menjadi US$ 17,01 juta. Penurunan tersebut berdampak terhadap pelemahan laba kotor dari US$ 3,31 juta menjadi US$ 2,95 juta.
Baca Juga
Kekurangan Bahan Baku, Pabrik Toba Pulp Lestari (INRU) Berhenti Produksi
Sebaliknya laba usaha naik dari US$ 514 ribu menjadi US$ 544 ribu hingga akhir Maret 2025 didukung penurunan beban umum dan administrasi bersamaan dengan penurunan beban penjualan. Sebaliknya rugi bersih naik dari US$ 2,81 juta menjadi US$ 3,63 juta.
Toba Pulp (INRU) dalam waktu dekat akan menggelar rapatu umum pemegang saham tahunan (RUPST) dengan empat agenda, seperti persetujuan laporan tahunan, penggunaan laba bersih, dan penetapan gaji.

