Kekurangan Bahan Baku, Pabrik Toba Pulp Lestari (INRU) Berhenti Produksi
JAKARTA, investortrust.id – Aktivitas operasi pabrik pulp PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU) berhenti beroperasi untuk sementara. Penghentian ini bukan akibat pemeliharaan alat maupun fasilitas lainnya.
“Pada 29 Desember 2024 sampai dengan tanggal 11 Mei 2025, perseroan melakukan penghentian sementara, aktivitas operasi pabrik pulp karena berkurangnya pasokan bahan baku (kayu),” tulis direksi Toba Pulp Lestari dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (6/1/2025).
Baca Juga
OJK Tetapkan 3 Emiten yang Dikecualikan dari Kewajiban Pelaporan dan Pengumuman, Kok Bisa?
Pasokan kayu berkurang dari sebagian wilayah kegiatan operasional yang perizinan berusaha pemanfaatan hutannya (PBPH) perseroan miliki. Hal ini disebabkan adanya klaim-klaim tanah yang dilakukan oleh sekelompok masyarakat di wilayah operasional PBPH perseroan.
“Dampak dari penghentian sementara tersebut terhadap kegiatan operasional adalah kehilangan hasil produksi selama penghentian sementara,” sambung manajemen.
Meski demikian, perseroan menyebutkan bahwa tidak ada dampak hukum dari penghentian sementara operasional pabrik tersebut. Di sisi lain, manajemen turut mengakui bahwa penghentian produksi untuk sementara tersebut, dapat mengurangi penghasilan perseroan dari hilangnya hasil produksi sampai waktu yang telah ditentukan tersebut.
Baca Juga
IHSG Sesi Ditutup Anjlok 0,73%, Sebaliknya Saham MMIX dan INPC Melesat
Selain itu, direksi Toba Pulp Lestari menyebut, kejadian ini turut berdampak pada ekonomi sekitar wilayah operasional pabrik, berupa penurunan perekonomian lokal, terutama di Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba.
Dilihat dari laporan keuangan terbaru perusahaan, yakni periode kuartal III-2024, tanpa penghentian operasional pabrik pun, Toba Pulp Lestari masih membukukan rugi US$ 2,12 juta. Rugi bersih ini, telah membaik dari kondisi kuartal III-2023 yang mencatatkan kerugian US$ 15,47 juta.
Sementara itu, total penjualan bersih Toba Pulp sampai 30 September 2024, naik 16,4% (yoy) dari US$ 71,88 juta menjadi US$ 83,68 juta.
Grafik Saham INRU

