IHSG Ditutup Melemah 0,25%, Sebaliknya 6 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (12/6/2025), ditutup turun sebanyak 18,09 poin (0,25%) menjadi 7.204. Pergerakan dalam rentang 7.192-7.237 dengan nilai transaksi Rp 12,75 triliun.
Penurunan dipicu atas kejatuhan sejumlah saham big cap dimotori emiten Prajogo Pangestu, seperti TPIA turun 3,41% menjadi Rp 9.900 dan BREN turun 1,90% menjadi Rp 6.450. PGAS anjlok 10,88% menjadi Rp 1.680 setelah masuk ex-date dividen. INDF juga jatuh 3,24% menjadi Rp 8.225 dan MLPT turun 11,11% menjadi Rp 35.200.
Baca Juga
Antam (ANTM) kembali Tetapkan Rasio Dividen 100%, Nilai per Saham Segini
Secara sectoral, penurunan dipengaruhi atas kejatuhan saham sektor material dasar 0,95%, sektor consumer non primer 0,42%, sektor energi 0,33%, sektor teknologi 1,32%, dan sektor property 0,13%. Kenaikan melanda saham sektor consumer primer, transportasi, dan keuangan.
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham ini catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Informasi Teknologi Indonesia Tbk (JATI) atau Jatis Mobile naik 34,58% menjadi Rp 144, PT Era Mandiri Cemerlang Tbk (IKAN) naik 34,48% menjadi Rp 78, dan PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) naik 34,56% menjadi Rp 183.
Kenaikan pesat hingga ARA juga melanda saham PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 25% menjadi Rp 850 dan PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) naik 24,56% menjadi Rp 304. Penguatan pesat juga melanda saham PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) sebanyak 24,50% menjadi Rp 940 dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) naik 24,10% menjadi Rp 103.
Sebaliknya penurunan dalam melanda saham MPXL turun 14,81% menjadi Rp 138, BAIK 14,58% menjadi Rp 123, MLPT turun 11,11% menjadi Rp 35.200, PGAS turun 10,88% menjadi Rp 1.680, dan UNIQ anjlok 10,67% menjadi Rp 402.
Baca Juga
IPO Anak Usaha Summarecon, Presdir SMRA: Antusiasme Tinggi, Kita Lihat Kondisi 'Market'
IHSG kemarin ditutup turun sebanyak 8,28 poin (0,11%) menjadi 7.222, sebaliknya investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 79,04 miliar. Didominasi saham BRMS, TLKM, dan BKSL.
Pelemahan indeks tersebut berbanding terbalik dengan mayoritas sektor saham yang justru melesat, seperti sektor material dasar naik 2%, sektor property 1%, sektor teknologi 1,07%, sektor energi 0,65%, dan sektor consumer non primer 0,61%. Penurunan hanya melanda saham sektor keuangan sebanyak 0,30%.
Meski IHSG turun, empat saham berhasil cetak penguatan hingga auto reject atas (ARA) PT LCK Global Kedaton Tbk (LCKM) naik 34,72% menjadi Rp 260, PT Charnic Capital Tbk (NICK) naik 25% menjadi Rp 1.000, PT Pudjiadi & Sons Tbk (PNSE) naik 24,79% menjadi Rp 755, dan PT Mitra Energi Persada Tbk (KOPI) naik 24,77% menjadi Rp 680.

