IHSG Sesi I Ditutup Melemah 0,26%, Sebaliknya 7 Saham Ini Cetak ARA
JAKARTA, investortrust.id — Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Jumat (10/10/2025), ditutup melemah 21,21 poin (0,26%) menjadi 8.229,73. Rentang pergerakan 8.194-8.279 dengan nilai transaksi Rp 12,35 triliun.
Penurunan indeks dipengaruhi atas penurunan saham sektor saham keuangan sebanyak 1,29%, khususnya saham emiten big bank, seperti BBCA, BBRI, BMRI, dan BBNI. Koreksi juga melanda saham sektor teknologi setelah saham MLPT mengalami pembalikan arah menjadi negative. Sebaliknya kenaikan melanda saham sektor infrastruktur, energi, dan material dasar dengan kenaikan lebih dari 1%.
Baca Juga
Indonesia Butuh US$ 650 Miliar Investasi Infrastruktur untuk Tumbuh 8%
Meski IHSG ditutup melemah, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), yaitu saham AYLS naik 34,97% menjadi Rp 220, NTBK melesat sebanyak 34,55% menjadi Rp 148, ASPI naik sebanyak 25% menjadi Rp 725, COCO naik 24,83% menjadi Rp 362, HOMI menguat 24,82% menjadi Rp 352, TRIN naik 24,75% menjadi Rp 252, dan DATA naik 24,71% menjadi Rp 5.300.
Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, seperti saham MORA naik 23,97% menjadi Rp 905, saham NEST naik 23,40% menjadi Rp 348, MOLI naik 21,62% menjadi Rp 360, FUJI naik 17,76% menjadi Rp 895, WIFI naik 16,87% menjadi Rp 3.810, dan RATU naik 12,78% menjadi Rp 9.925.
Kemarin, IHSG ditutuup melambung sebanyak sebanyak 84,91 poin (1,04%) ke level tertinggi baru sepanjang masa (all time high/ATH) 8.250. Investor asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) saham senilai Rp 1 triliun disumbangkan PANI Rp 2,49 triliun, CUAN Rp 118,86 miliar, dan TINS Rp 100,29 miliar.
Baca Juga
Senada dengan DPR, OJK Tegaskan Kripto Bukan Alat Pembayaran
Kenaikan indeks kemarin ditopang penguatan saham bank besar, seperti BBCA, BBRI, BMRI, BBNI, dan BRIS. Sedangkan sektor saham penopang utama saham sektor konsumer primer 1,63%, sektor konsumer non primer 1,51%, sektor keuangan 1,14%, sektor transportasi 3,14%, sektor infrastruktur 0,95%, sektor kesehatan 0,99%. Sebaliknya penurunan dalam melanda saham sektor teknologi dan energi.
Beberapa saham cetak auto reject atas (ARA), yaitu saham ERTX naik 34,48% menjadi Rp 195, FOLK menguat 34,19% menjadi Rp 208, COCO naik 25% menjadi Rp 290, CITA menguat 25% menjadi Rp 5.325, KJEN naik 25% menjadi Rp 290, dan EDGE naik 25% menjadi Rp 5.425. Saham JSPT sebanyak 24,84% menjadi Rp 3.820, MORA naik 24,79% menjadi Rp 730, TFAS naik 24,52% menjadi Rp 386, FUJI naik 24,59% menjadi Rp 760, dan ASPI naik 24,46% menjadi Rp 580.

