IHSG Terbang 2,15% hingga Asing Borong Saham Rp 2,83 Triliun, Deretan Ini Jadi Pemicunya
JAKARTA, investortrust.id - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat lompatan tajam sebesar 2,15% ke level 6.980 pada perdagangan Rabu (14/5/2025). Penguatan pesat ini menandai kenaikan harian terbesar dalam beberapa bulan terakhir.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Stocknow.id Hendra Wardana menerangkan kenaikan ini tidak hanya signifikan secara teknikal, karena berhasil tembus resistance kuat area 6.945, tetapi memberi sinyal bahwa tekanan penurunan yang membayangi indeks sejak awal tahun mulai mereda.
Baca Juga
"Penguatan ini turut diperkuat oleh aliran dana asing yang cukup deras, dengan mencatatkan net buy sebesar Rp 2,8 triliun di pasar reguler—indikasi bahwa sentimen investor global mulai membaik terhadap pasar negara berkembang, termasuk Indonesia," ucap Hendra kepada investortrust.id Rabu, (14/5/2025).
Hendra menjabarkan katalis utama datang dari meredanya tensi dagang global, khususnya setelah Amerika Serikat dan China yang mengumumkan “total reset” dalam hubungan dagangnya. Pernyataan Presiden AS dan Menkeu yang cenderung dovish serta adanya gencatan senjata 90 hari dalam perang tarif memberi harapan akan normalisasi rantai pasok dan stabilisasi harga komoditas global.
"Meski masih prematur menyimpulkan bahwa perang dagang benar-benar berakhir, mengingat sejarah deadlock pada 2018 pasar telah merespons secara positif, karena ketidakpastian jangka pendek berhasil ditekan. Hal ini tercermin dari lonjakan indeks saham di Asia, termasuk Hang Seng dan Kospi, serta penguatan rupiah ke kisaran Rp 16.550 per dolar AS," bebernya.
Menuju 7.100
Sementara itu, menurut Hendra dari sisi teknikal tembusnya level resistance 6.945 membuka peluang lanjutan penguatan IHSG ke level psikologis 7.000 dalam jangka pendek. Apabila euforia pasar berlanjut dan aliran dana asing tetap masuk, bukan tidak mungkin indeks menguji area 7.050 - 7.100 pada akhir pekan.
"Namun perlu dicermati, tren jangka menengah baru benar-benar berubah dari bearish ke bullish apabila IHSG mampu bertahan konsisten di atas 7.100 dalam beberapa hari perdagangan ke depan. Jadi, meski tren penurunan indeks belum sepenuhnya berakhir, setidaknya ada tanda-tanda pembalikan arah yang cukup kuat," ungkapnya.
Baca Juga
Mengejutkan! Investor Asing Net Buy Saham Rp 2,83 Triliun dalam Sehari, BBRI Akhirnya Memimpin
Tak hanya itu, sektor perbankan menjadi motor utama penguatan, dipimpin oleh saham-saham big cap seperti BBRI, BMRI, BBCA, dan BBNI yang mencatat kenaikan antara 3-6,6%. Masuknya dana asing ke saham-saham bank ini mempertegas investor institusional global mulai memburu aset-aset berfundamental solid dan likuid di tengah stabilisasi outlook makro.
Selain itu, saham-saham emiten berbasis energi dan industri seperti TPIA, PTRO, dan MBMA juga mencuri perhatian pasar. Untuk perdagangan esok hari, saham-saham menarik yang layak dicermati antara lain saham BBRI buy dengan target Rp 4.200, PGAS buy dengan target Rp 1.735), MBMA buy dengan target Rp 382, dan PTRO buy dengan target Rp 3.200.
"Dengan kombinasi sentimen global yang membaik, perbaikan teknikal IHSG, dan derasnya arus dana asing, pasar kini memasuki fase optimisme baru. Namun tetap bijak: investor disarankan tetap disiplin dalam manajemen risiko sambil menanti konfirmasi lanjutan bahwa pemulihan ini bersifat struktural, bukan hanya euforia sesaat," terangnya.

