Bagikan

Adi Sarana (ASSA) Lanjutkan Pertumbuhan, Potensi Kenaikan Saham 71%

Poin Penting

Laba ASSA 2025 naik 72% jadi Rp418 miliar, diproyeksi terus tumbuh hingga Rp507 miliar di 2027
Segmen logistik jadi motor utama, pendapatan 2026 ditargetkan Rp3,2 triliun (+19%)
Sucor rekomendasikan beli saham ASSA dengan target harga Rp1.500 atau potensi kenaikan 71%

JAKARTA, investortrust.idTren pertumbuhan kinerja keuangan PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) diestimasi berlanjut dengan motor utama pendorong segmen logistic. Pertumbuhan juga didukung berlanjutnya efisiensi biaya dan peluang tambahan kontrak logistik end-to-end baru.

Sucor Sekuritas dalam riset terbarunya memperkirakan laba bersih ASSA diprediksi melesat menjadi Rp 463 miliar pada 2026, dibandingkan realisasi tahun lalu Rp 418 miliar. Begitu juga dengan laba bersih tahun 2027 diprediksi naik menjadi Rp 507 miliar. Peningkatan ini sejalan dengan ekspektasi pertumbuhan pendapatan.

Baca Juga

Adi Sarana (ASSA) Kantongi Rp 500 Miliar dari QNB untuk Perkuat Armada dan Genjot Bisnis Rental

Didukung tren pertumbuhan skala bisnis yang berdampak terhadap kinerja keuangan, Analis Sucor Sekuritas Cristofer Kojongian mempertahankan rekomendasi beli saham ASSA dengan target harga Rp 1.500. Dengan harga penutupan kemarin Rp 875, terbuka peluang kenaikan harga sebanyak 71,42%.

Cristofer mengatakan, segmen logistik diproyeksikan tetap menjadi motor utama pertumbuhan ASSA pada 2026. Hal ini didukung optimalisasi proyek dari pelanggan Sampoerna dengan peluang kontribusi pendapatan tahunan sekitar Rp 400 miliar.

Estimasi Kinerja Keuangan Adi Sarana (ASSA) (sumber Sucor Sekuritas)

Pendapatan segmen logistik pada 2026 diproyeksikan mencapai Rp 3,2 triliun atau tumbuh 19% yoy dengan kenaikan kontribusi menjadi 49% terhadap total pendapatan. “Pertumbuhan kinerja keuangan perseroan juga akan didukung efisiensi biaya berkelanjutan serta peluang kontrak logistik end-to-end baru,” ujarnya dalam riset tersebut.

Pertumbuhan kinerja keuangan juga didukung ekspektasi peningkatan volume pengiriman paket meningkat sekitar 6% menjadi sekitar 600 ribu per hari sepanjang 2026. Selain itu, terdapat potensi tambahan pertumbuhan dari tren e-commerce, terutama jika terjadi kenaikan harga bahan bakar yang bisa memicu pergeseran konsumsi ke kanal online.

Baca Juga

Avia Avian (AVIA) Tebar Dividen Rp 1,36 Triliun, Payout Ratio dan Nilai Segini

Adi Sarana (ASSA), terang Sucor Sekuritas, juga akan melanjutkan monetisasi aset melalui armada CargoShare, gudang, serta bisnis lelang (JBA). “Didukung layanan logistik end-to-end seperti pergudangan, logistik halal, logistik hijau, dan rantai dingin, ASSA dinilai mampu menangkap nilai di sepanjang rantai pasok sekaligus memperkuat daya saing,” terangnya.

Terkait peluang dampak kenaikan harga bahan bakar terhadap kinerja perseroan, Sucor Sekuritas menyebutkan, dinilai tetap terkendali, karena perseroan menerapkan mekanisme pass-through dalam kontrak, yaitu kenaikan biaya bahan bakar secara bertahap diteruskan kepada pelanggan melalui penyesuaian tarif berkala dengan jeda sekitar 2–3 bulan. “Dengan porsi biaya bahan bakar sekitar 10% dari total pendapatan, dampak terhadap margin relatif terbatas,” tulis riset tersebut.

Baca Juga

Adi Sarana (ASSA) Tebar Dividen Interim Rp 20 per Saham, Intip Jadwalnya  

Ke depan, dia mengatakan, Adi Sarana (ASSA) akan memperkuat efisiensi biaya melalui elektrifikasi bertahap armada logistik intra-kota. Hal ini diharapkan mampu untuk menekan sensitivitas terhadap fluktuasi harga bahan bakar. Sementara itu, segmen rental dan lelang diperkirakan tetap stabil.

Tahun lalu, ASSA berhasil mencatatkan laba bersih senilai Rp 418 miliar atau melonjak 72% yoy. Pertumbuhan ini didorong oleh kinerja solid segmen logistik serta kontribusi stabil dari bisnis rental. Pendapatan bertumbuha dari Rp 5,98 triliun menjadi Rp 6,51 triliun.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024