Usai Sahamnya Balik ke Atas Rp 10.000, Emiten Aguan-Salim Ini (PANI) Umumkan Agenda Penting Ini
JAKARTA, investortrust.id – Saham PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2 akhirnya kembali ke level atas Rp 10.000 setelah lebih dari sebulan ditransaksikan berada di bawah level tersebut. Bahkan, penguatan saham emiten property ini telah mencapai 17,85% sepanjang April 2025 berjalan.
Secara bersamaan emiten yang dikendalikan Sugianto Kusuma atau Aguan dengan Anthoni Salim ini mengumumkan pelaksanaan rapat umum pemegang saham (RUPS) pada 15 Mei 2025. Rapat tersebut mengagendakan sejumlah acara, salah satunya penetapan penggunaan laba bersih.
Baca Juga
Sekuritas Ini Prediksi Laba Atribusi PIK2 (PANI) bisa Capai Rp 8,3 Triliun Tahun 2029
Berdasarkan data perdagangan saham PANI di Bursa Efek Indonesia (BEI), saham emiten property ini sempat menembus level penutupan tertingginya sepanjang masa Rp 19.100 pada 11 Desember 2025. Bahkan, PANI sempat merangsek masuk dalam daftar top 10 market cap di BEI.
Namun sejak cetak rekor tersebut, saham PANI berangsur-angsur melemah setelah mencuat isu pagar laut di laut Tengerang. Berita tersebut ditambah kebijakan tarif resiprokal Trump membuat saham PANI sempatn anjlok ke level Rp 7.875 pada 9 April 2025.
Terkait RUPS bulan depan, PANI menetapkan tiga agenda acara, yaitu persetujuan atas laporan tahunan perseroan, penggunaan laba bersih tahun 2024, dan ketiga penetapan remunerasi anggota dewan komisaris dan direksi perseroan. Apakah RUPS mendatang akan memutuskan pembagian dividen?
Terkait target PANI tahun 2025, manajemen menetapkan proyeksi penjualan unit property (marketing sales) senilai Rp 5,3 triliun. Angka tersebut tersebut menunjukkan pertumbuhan sebanyak 12% dari realisasi marketing sales tahun sebelumnya. Target tersebut ditetapkan konservatif dengan mempertimbangkan kondisi ekonomi global dan kepemilikan cadangan lahan seluar 1.845 hektare.
Baca Juga
PANI dan CBDK Kompak Torehkan Lompatan Laba di 2024, Nilainya Segini
Sementara itu, Analis Sucor Sekuritas Niko Pandowo dalam riset yang diterbitkan belum lama ini memataok rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas PIK2 bisa mencapai 68% dalam lima tahun mendatang. Bahkan, labanya diprediksi sentuh Rp 8,3 triliun pada tahun ke lima atau pada 2029.
Dia mengatakan, prediksi lompatan laba bersih menjadi Rp 8,3 triliun pada 2029 didasarkan ekspektasi rata-rata pertumbuhan tahunan (CAGR) penjualan marketing (marketing sales) PIK2 atau PANI sebanyak 29% dalam lima tahun atau hingga 2029.
Baca Juga
Teladan Prima (TLDN) Akuisisi Perusahaan Kelapa Sawit, NIlainya Capai Segini
Tahun lalu, perseroan mencatatkan lonjakan laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 131% dari Rp 270 miliar menjadi Rp 624 miliar. Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan pendapatan PANI dari Rp 2,15 triliun menjadi Rp 2,83 triliun.
PIK2 berhasil mencatatkan lonjakan prapenjualan (marketing sales) menjadi Rp 6,01 triliun tahun 2024. Angka tersebut menunjukkan kenaikan sebanyak 156% dari realisasi tahun sebelumnya Rp 2,4 triliun. Bahkan, angka tersebut melampaui revisi target yang ditetapkan manajemen Rp 6 triliun.

