CMNP Rancang Rights Issue, Nilainya Bakal Fantastis
JAKARTA, investortrust.id – PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP), perusahaan pengelola jalan tol, mengusulkan penerbitan saham baru dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 2,23 miliar atau setara dengan 25% saham.
Manajemen dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (15/4/2025), menyebutkan bahwa dana perolehan rights issue tersebut akan digunakan untuk tambahan modal bagi pengembangan usaha perusahaan dan anak usaha, seperti pengembangan ruas tol IR Wiyoto-Wiyono dan jalan tol ruas Depok-Antasari Seksi 3-4.
“Aksi tersebut akan direalisasikan perseroan dalam 12 bulan ke depan setelah mendapatkan persetujuan pemegang saham dalam RUPSLB yang digelar pada 22 Mei 2025,” tulis manajemen CMNP.
Baca Juga
Usai Isu Diambilalih Salim Group, CMNP Rancang Buyback Saham Rp 815,61 Miliar
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham di BEI hari ini, saham emiten yang dikendalikan Jusuf Hamka atau dikenal Babah Alun (CMNP) ini torehkan penguatan Rp 275 (17,74%) menjadi Rp 1.825. Jika mengacur harga tersebut, CMNP berpotensi meraup dana hingga Rp 4 triliun dari penerbitan saham baru tersebut.
Sebelumnya, CMNP mengalokasikan dana senilai Rp 902,10 miliar untuk pembelian kembali (buyback) saham saat kondisi pasar berfluktuasi. Target saham yang dibeli maksimal 601,40 juta saham.
Manajemen CMNP dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI) menyebutkan bahwa pendanaan buyback berasal dari dana kas internal. Aksi ini diprediksi tidak berdampak negatif tehradap biaya operasional, sehingga target laba perseroan diperkirakan bisa direalisasikan.
Baca Juga
Usai Fore Kopi (FORE) Sukses Gelar IPO Saham, Kopi Kenangan bakal Menyusul?
Manajemen CMNP menyebutkan bahwa buyback saham ini akan dilaksanakan dalam waktu tiga bulan mulai 27 Maret hingga 2 Juni 2025. “Pembelian kembali saham ini dapat menstabilkan harga dalam kondisi pasar yang fluktuatif dan memberikan fleksibilitas bagi perseroan dalam mengelola modal jangka panjang, apalagi saham treasuri ini dapat dijual kembali ke depan,” tulisnya.
Sedangkan berdasarkan data perdagangan saham CMNP year to date (ytd), saham emiten yang dikendalikan Jusuf Hamka atau dikenal Babah Alun ini berhasil naik sebanyak 11,07% menjadi Rp 1.555. Bahkan, saham ini sempat ditutup level Rp 3.970 pada 22 Januari 2025.
Sebelumnya sempat mengemuka isu bahwa saham CMNP akan diambilalih olleh Salim Group. Rencana masuknya Salim Group mulai terlihat setelah anak pengusaha Jusuf Hamka, yaitu Fitria Yusuf resmi mengungudurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama CMNP dan Feisal Hamka dari posisinya sebagai komisaris CMNP.
Baca Juga
CMNP Patok Target Ambisius, Pendapatan Melonjak 56% di 2025
Jauh sebelum isu Salim Group akan mengambil alih CMNP, konglomerat yang dikendalikan Anthony Salim tersebut sudah lama terdengar menjadi bagian dari CMNP setelah Hary Tanoe Sudibjo melepas seluruh saham CMNP tahun 2011. Saat itu, sempat dikabarkan Salim mengambil seluruh saham tersebut, namun Salim Group belum pernah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kepemilikan saham tersebut.
Terkait kiprah Salim Group di jalan tol bukan hal baru lagi. Salim Group selama ini telah menjadi raja jalan tol di Filipina melalui anak usaha First Paicific, Metro Pacific Tollways. Perusahaan tersbut juga telah menuntaskan akuisisi mayoritas saham PT Nusantara Infrastructure Tbk (META) tahun 2017. Saat ini, Salim Group melalui Metro Pacific Tollways menguasai sebanyak 96,07% saham META.

