Erajaya (ERAA) Ungkap Aksi Koporasi Terbaru, Berkaitan dengan Stabilisasi Sahamnya
JAKARTA, investortrust.id – PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) menyiapkan dana berkisar Rp 50 miliar untuk pembelian kembali (buy back) saham pada saat pasar berfluktuasi signifikan. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.
Manajemen ERAA dalam pengumuman resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (14/4/2025) menyebutkan bahwa aksi ini tidak akan memengaruhi kondisi keuangan perseroan, karena perseroan memiliki dana yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha perseroan.
Baca Juga
Saat Suksesi Berjalan Lancar, Pengendali Eralink Agresif Tambah Saham Erajaya (ERAA)
“Buy back ini tidak akan berdampak material terhadap operasional perseroan, sehingga laba rugi diperkiraan masih sesuai dengan target tahun ini,” tulis manajemen.
Perseroan mengungkap bahwa buy back saham akan digelar selama tiga bulan dimulai 14 April 2205 dan berakhir pada 13 Juli 2025. Sedangkan PT Trimegah Sekuritas Indonesi bertindak sebagai borker yang melakukan buy back saham tersebut.
Erajaya (ERAA) sebelumnya mengungkap lompatan laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebanyak 25% menjadi Rp 1,03 triliun tahun 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 826,04 miliar.Kenaikan tersebut sejalan dengan pertumbuhan penjualan bersih dari Rp 60,13 triliun menjadi Rp 65,27 triliun. Laba usaha juga melesat dari Rp 1,84 triliun menjadi Rp 2,13 triliun.
Baca Juga
Pertumbuhan tersebut menjadikan laba tahun berjalan ERAA meningkat dari Rp 856,86 miliar menjadi Rp 1,11 triliun tahun 2024. Laba per saham juga meningkat dari Rp 57,34 menjadi Rp 65,42 per saham.
Sebelumnya, PT Eralink International selaku pengendali terpantau agresif memborong saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) dari pasar. Aksi borong tersebut dilakukaan saat perseroan sukses menggelar suksesi kepemimpinan perusahaan ritel ponsel dan tablet ini.
Dalam keterbukaan BEI disebutkan bahwa Eralink perusahaan yang dikendalikan istri Aguan, Renecca Halim, membeli sebanyak 39,42 juta saham ERAA dari pasar pada 18-19 Maret 2025. Pembelian tersebut terjadi saat pasar saham sedang bergejolak.

