Program Pangan Dunia AS Terima Bitcoin, Dogecoin, dan 70 Lebih Jenis Kripto untuk Donasi
Langkah ini diambil untuk memperluas basis donatur sekaligus menyederhanakan proses pemberian di tengah meningkatnya krisis kelaparan global. WFP USA menilai kripto sebagai alat finansial yang efisien dan tepat guna, terutama di saat tekanan keuangan global terus meningkat dan kebutuhan kemanusiaan semakin mendesak.
“Menghadapi kebutuhan yang memecahkan rekor dan sumber daya yang menyusut, kita harus berbuat lebih dari sekadar meminta. Kita harus beradaptasi. Bagi WFP USA, adaptasi ini berarti tidak hanya donasi yang lebih cepat tetapi juga lebih banyak uang yang sampai ke orang-orang yang membutuhkan,” ujar Kepala Filantropi dan Kemitraan WFP USA Dorota Amin, dilansir dari CryptoNewshFlash, Senin (14/4/2025).
Baca Juga
Hemat, Sekolah Inggris Mulai Terima Pembayaran dengan Bitcoin
Data terbaru menunjukkan, hampir 2 juta orang kini berada diambang kelaparan, dan lebih dari 58 juta jiwa menggantungkan hidupnya pada bantuan makanan dari WFP. Dalam skala sebesar itu, metode donasi konvensional dianggap tidak lagi cepat dan efisien.
Donasi menggunakan kripto menawarkan keunggulan signifikan dalam hal kecepatan dan biaya,. Jika transfer tradisional bisa memakan waktu berhari-hari, donasi kripto bisa diterima dalam hitungan menit. Hal ini sangat krusial dalam keadaan darurat.
Selain itu, kripto juga memberi manfaat pajak bagi para donatur, seperti penghindaran pajak keuntungan modal dan insentif pemotongan pajak berdasarkan nilai pasar penuh donasi.
Sebagai bagian dari upaya penggalangan dana, WFP USA meluncurkan Dana Bantuan Kelaparan Darurat pada 31 Maret 2025, dengan target mengumpulkan lebih dari US$ 25 juta dari masyarakat dan sektor swasta. Dana tersebut akan langsung dialokasikan untuk memberi makan jutaan orang yang terdampak konflik maupun bencana alam.
Baca Juga
MicroStrategy Isyaratkan Tambah Bitcoin Lagi Meski Pasar Kripto Bergejolak
WFP USA juga telah lama menggunakan teknologi blockchain untuk distribusi bantuan. Melalui program Building Blocks, WFP menyalurkan bantuan kepada para pengungsi melalui dompet digital yang aman, sebuah pendekatan yang telah memangkas biaya transaksi hingga 98% dan mengurangi risiko penipuan secara signifikan.
Kini, dengan menambahkan opsi donasi melalui kripto seperti Bitcoin, WFP USA mengajak publik untuk ikut berkontribusi dalam sistem yang lebih cepat, transparan, dan hemat biaya. “Sistem bantuan tradisional berada di bawah tekanan yang sangat besar. Merangkul teknologi baru seperti blockchain dan aset kripto bukan sekadar pilihan, tetapi suatu keharusan,” kata Amin.

