Meski Listing Saat Pasar Bergejolak, Saham Fore Kopi (FORE) Justru Melesat 34%
JAKARTA, investotrust.id – PT Fore Kopi Indonesia Tbk (FORE), peritel kafe kopi di Indonesia resmi mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI). Debut perdana saham FORE langsung melesat 34,04% menjadi Rp 252.
Perseroan sebelumnya menuntaskan Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) dengan keberhasilan menghimpun dana sebesar sekitar Rp 353,44 miliar. Investor menunjukkan antusiasme tinggi tercermin dari kelebihan permintaan (oversubscription) mencapai 200,63 kali dari 114,873 ribu investor yang tercatat di sistem e-IPO pada penjatahan terpusat pada 10 April 2025.
FORE memulai debutnya di pasar dengan harga penawaran Rp 188 per saham, menawarkan total 1,88 miliar lembar saham atau setara 21,08% dari total modal disetor. Dana hasil IPO ini akan digunakan untuk mendukung strategi ekspansi nasional dan memperkuat fundamental bisnis yang berkelanjutan.
Baca Juga
"Kami sangat antusias menyambut babak baru ini bersama para investor. Strategi yang kami implementasikan adalah investasi jangka panjang untuk memperkokoh fondasi bisnis, memperluas jangkauan pasar, serta bagian dari komitmen Fore Coffee untuk terus berinovasi memberikan kualitas kopi premium yang terjangkau," ujar CEO Fore Coffee Vico Lomar.
Mandiri Sekuritas dan Henan Putihrai Sekuritas bertindak sebagai joint lead underwriter (JLU), yang akan berperan sebagai perantara antara investor dan pasar modal.
Fore Coffee berencana mengalokasikan dana IPO untuk tiga tujuan utama. Pertama, sekitar Rp275 miliar untuk memperluas jaringan gerai kopi dengan target pembangunan 140 outlet kopi baru di Indonesia dalam dua tahun ke depan.
Kedua, penghimpunan dana sekitar Rp 60 miliar untuk ekspansi vertikal melalui pembukaan outlet donat oleh anak perusahaan. Ketiga, dana IPO sekitar Rp 18,44 miliar untuk mendukung kebutuhan modal kerja operasional.
Baca Juga
Saham Bank Mandiri (BMRI) Mendadak Anjlok 8%, Ternyata Karena Ini
Fore Coffee menjalankan strategi pertumbuhan berbasis data dan riset pasar menyeluruh yang dieksekusi oleh tim pengembangan bisnis internal.
Evaluasi performa gerai secara berkala memastikan ekspansi yang terukur dan bernilai tambah bagi bisnis jangka panjang. Pendekatan ini dilengkapi dengan inovasi berkelanjutan dari tim R&D dan pelatihan barista untuk menjaga konsistensi rasa dan kualitas produk di seluruh gerai.
Fore didukung perusahaan venture capital East Ventures yang menghadirkan akses terhadap modal, sumber daya bersama, serta keahlian dari ekosistem luas East Ventures. Manajemen meyakini, kondisi ini membuka peluang sinergi dan pertumbuhan lebih lanjut.
Baca Juga
"Keputusan untuk terus melakukan proses IPO di tengah gejolak pasar global adalah keputusan terbaik. Keputusan ini tampak berlawanan dengan intuisi, tetapi diambil berdasarkan keyakinan yang teguh. IPO Fore Coffee ini akan menjadi contoh bahwa ada startup di Indonesia yang dikelola dengan baik, profitable, investornya tidak selalu memikirkan valuasi dan exit. Melainkan mengutamakan pertumbuhan berkelanjutan,” kata Komisaris Utama Fore Coffee serta Co-Founder dan Managing Partner East Ventures Willson Cuaca.
Sebelum IPO, Fore Kopi mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp 727 miliar yang tumbuh 135% (yoy) per September 2024, dengan CAGR 112% periode 2021-2023. Sedangkan laba kotor perseroan sebesar Rp 447 miliar, naik 128% (yoy), dengan CAGR 122% pada 2021-2023.

