Wika Raup Kontrak Baru Rp 2,16 Triliun hingga Kuartal I-2025
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) meraih kontrak baru senilai Rp 2,16 triliun hingga kuartal I-2025. Sejumlah kontrak baru yang diperoleh terdiri atas Revitalisasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bobong di Kabupaten Pulau Taliabu dan RSUD Maba di Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara.
Direktur Utama WIKA Agung BW mengatakan, proyek infrastruktur strategis ini memiliki manfaat penting dan dampak langsung terhadap peningkatan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Dengan sumber daya terbaik yang dimiliki, kami menargetkan dapat menyelesaikan proyek ini dengan tepat waktu dan mutu terbaik untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Untuk itu WIKA akan terus menjalankan transformasi bisnis dan inovasi kerja sehingga eksekusi proyek dapat dilakukan dengan efektif dan efisien," kata Agung dalam siaran pers dikutip Jumat, (11/4/2025).
Baca Juga
WIKA Siap Operasionalkan Tol Serang - Panimbang Seksi 1 di Libur Lebaran
Dengan nilai kontrak masing-masing sebesar Rp 127 miliar untuk RSUD Bobong dan Rp 121 miliar untuk RSUD Maba, proyek yang diinisiasi Kementerian Kesehatan Republik Indonesia tersebut bertujuan meningkatkan fungsi rumah sakit existing dari tipe D menjadi tipe C, sehingga dapat memberikan layanan kesehatan yang optimal, nyaman dan berkualitas bagi masyarakat setempat.
Dalam pelaksanaannya, WIKA bertindak sebagai leader dalam Kerja Sama Operasi (KSO) bersama Griksa untuk skema Design & Build revitalisasi bangunan rumah sakit. Proyek RSUD Bobong sendiri telah dimulai pada Februari 2025, disusul oleh RSUD Maba yang memulai pelaksanaan pada Maret 2025. Kedua proyek ini ditargetkan rampung pada Desember 2025.
Adapun sumber pendanaan berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun 2025 dan menjadi bagian dari program prioritas 100 hari Pemerintah. Penandatanganan kontrak dilakukan oleh Kementerian Kesehatan bersama Kurniawan Prabawayudha selaku General Manager Building Division WIKA yang mewakili KSO proyek.
Baca Juga
Saat Sahamnya Disuspensi Gagal Akibat Bayar Obligasi, WIKA justru Ungkap Progress Proyek Ini
Selain itu, nilai tersebut turut memperkuat eksistensi WIKA di sektor konstruksi nasional dalam membangun berbagai proyek strategis yang bermanfaat bagi peningkatan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia.
Berdasarkan segmentasi pekerjaan, kontribusi terbesar perolehan kontrak baru berasal dari industri pendukung konstruksi yang mencatatkan realisasi 70% dari total perolehan. Sementara itu segmen Infrastruktur dan Gedung menyumbang 23%, segmen Properti sebesar 6%, dan selebihnya berasal dari segmen proyek Engineering, Procurement, and Construction (EPC).

