Raih Kontrak Baru Rp 3,37 triliun hingga Mei 2025, tapi Saham WIKA masih Disuspensi
JAKARTA, investortrust.id – PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) mencatatkan kontrak baru sebesar Rp 3,37 triliun hingga Mei 2025. Sebaliknya saham WIKA hingga kini masih terkena suspensi oleh Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 18 Februari lalu.
Torehan ini sejalan dengan upaya transformasi perseroan yang selektif dalam pemilihan proyek berdasarkan mekanisme four eyes principle, skema pembayaran bulanan dengan uang muka, dengan memperhatikan aspek kemanfaatan bagi masyarakat luas. Salah satu proyek strategis yang didapatkan perseroan adalah Proyek Pengendalian Banjir Sistem Tenggang-Sringin Paket I Tahap I di Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga
WIKA Raih Kontrak Baru Rp 426,98 Miliar di IKN, Ini Jenis Proyeknya
Direktur Utama WIKA, Agung Budi Waskito (Agung BW), menyampaikan bahwa perolehan proyek ini semakin memperkuat portofolio WIKA dalam pekerjaan penanganan banjir.
Perseroan sebelumnya mengerjakan beberapa proyek serupa di antaranya Proyek Pompa Banjir Sentiong Jakarta, Proyek Pengendalian Banjir Kencing Drain di Jawa Tengah, Sodetan Ciliwung ke Kanal Banjir Timur di Jakarta, Proyek Pengendalian Banjir Kedunglarangan di Jawa Timur, dan lainnya.
“Proyek Pengendalian Banjir Paket 1 di Sringin ini adalah bentuk nyata kontribusi WIKA terhadap pembangunan berkelanjutan. Di tengah tantangan iklim dan urbanisasi, kami percaya infrastruktur ketahanan banjir adalah investasi jangka panjang yang penting agar masyarakat dapat memiliki kualitas kehidupan yang baik,” ujar Agung dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id Kamis, (19/6/2025).
Proyek pengendalian banjir ini merupakan bagian integral dari upaya pemerintah dalam menanggulangi dan mengurangi luas kawasan terdampak banjir di wilayah Semarang hingga 2.500 hektar. Selain itu, proyek tersebut juga direncanakan mampu meningkatkan ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana, adapun proyek ini ditargetkan rampung pada tahun 2027.
Baca Juga
Progres Pembangunan Tol IKN Garapan WIKA 62%, Ada Jembatan Khusus Satwa Liar
Pekerjaan utama WIKA dalam proyek ini berpusat pada konstruksi Rumah Pompa Tenggang Baru, ruang lingkup pekerjaan meliputi pengadaan dan pemasangan pompa.
Secara keseluruhan, proyek ini mencakup pembangunan 2 Rumah Pompa, yaitu Rumah Pompa Eksisting dengan 6 unit pompa berkapasitas 2.000 liter per detik dan Rumah Pompa Baru yang dilengkapi 4 unit pompa berkapasitas 10.000 liter per detik serta 3 unit pompa berkapasitas 1.000 liter per detik.
Untuk memastikan ketahanan proyek terhadap risiko banjir jangka panjang, WIKA mengimplementasikan teknologi Pompa Axial Line Shaft. Pompa ini didesain khusus agar tahan terhadap air sungai dan limbah, dengan posisi motor dan mesin berada di atas dan dalam bangunan. Desain ini tidak hanya membuat motor dan mesin lebih awet, tapi juga memudahkan perawatan dan meminimalkan biaya operasional.
BEI sebelumnya menghentikan sementara perdagangan saham WIKA pada sesi pertama sejak Selasa 18 Februari. Keputusan ini diambil setelah WIKA gagal melunasi dua instrumen surat utang yang jatuh tempo.

