Kinerja Tumbuh Mengesankan hingga Lampaui Target 2024, Saham Antam (ANTM) kian Berkilau?
JAKARTA, investortrust.id – PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) berhasil mencatatkan pertumbuhan pesat laba tahun berjalan sebanyak 25,40% menjadi Rp 3,85 triliun pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya Rp 3,07 triliun. Bahkan, perseroan berhasil torehkan pendapatan tertinggi sepanjang masa bernilai Rp 69,19 triliun.
Manajemen ANTM dalam rilis kinerja keuangan menyebutkan bahwa lompatan kinerja keungan tersebut ditopang seluruh segmen bisnis. Manajemen perseroan menyebutkan penjualan emas menjadi penyumbang terbesar setara dengan Rp 57,56 triliun tahun 2024, dibandingkan tahun 2023 senilai Rp 26,12 triliun.
Baca Juga
“Pertumbuhan pesat penjualan emas ditopang kenaikan harga emas dunia akibat faktor makro ekonomi dan kondisi geopolitik. Hal ini membuat penjualan emas Antam melesat 120% menjadi Rp 57,56 triliun.” Tulisnya dala.
Antam, terang manajemen, juga didukung peningkatan volume produksi emas dari tambang milik sendiri menjadi 1,019 kilo gram atau 32.762 troy oz. Sedangkan volume epnjualan emas perseroan meningkat menjadi 43,776 kilo gram yang seluruhnya diserap pasar domestic, dibandingkan tahun 2023 sebanyak 26.129 kilo gram.
“Antam juga berhasil mempertahankan posisi sebagai top of mind masyarakat Indonesia dalam berinvestasi emas yang terlihat dari pencapaian penjualan tertinggi sepanjang masa direalisasikan tahun 2024,” tulisnya.
Pada segmen nikel, manajemen menyebutkan, ANTM membukukan pendapatan senilai Rp 9,50 triliun. Segmen ini berkontribusi sebanyak 14% terhadap total pendapatan tahun lalu. Perseraon berhasil memproduksi sebanyak 20.103 ton nikel dalam feronikel (TNi) dan volume penjualan sebanyak 19,452 TNi yang sebagian besar dijual ke pasar Tiongkok, India, dan Korea Selatan.
Baca Juga
Saham Proksi Emas ANTM, BRMS, HRTA, dan UNTR bisa Jadi Pilihan di Tengah Volatilitas Pasar Saham
Pada segmen bauksit dan alumina, Antam (ANTM) mencatatkan pendapatan Rp 1,80 triliun atau naik dari realisasi tahun sebelumnya Rp 1,69 triliun. Produksi bauksit digunakan seabgai bahan baku bijih pabrik chemical grade aluminas (DGA) serta pabrik smelter grade aluminas (SGA) sebanyak 1,33 juta wmt dengan volume penjualan kepada pihak ketiga sebesar 736 wmt.
Sedangkan segmen alumina melalui anak usahanya PT Indonesia Chemical Alumina telah memproduksi sebanyak 147.826 ton alumina dan penjualan lebih tinggi mencapai 177.178 ton. Angka penjualan alumina perseroan tahun lalu setara dengan 24% lebih tinggi dari pencapaian tahun 2023.
Saham Melesat
Berdasarkan data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) intraday sesi I, Rabu (9/4/2025), melesat sebanyak Rp 145 (10,36%) menjadi Rp 1.545. Meski melesat, harga tersebut masih berada di bawah harga penutupan akhir 2023.
Terkait pencapaian kinerja keuangan Antam tahun 2024, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa realisasi laba bersih tahun 2024 tersebut sudah melampaui estimasi. Torehan laba tersebut setara dengan 122% dari target BRI Danareksa Sekuritas dan 132% di atas target consensus analis.
Baca Juga
Warga Brasil Pilih Investasi di Aset Kripto Dibanding Dolar, Emas, dan Saham
Menurut dia, faktor utama pendongkrak laba berasal dari keuntungan perusahaan asosiasi dan keuntungan nilai tukar rupiah. Laba tersebut juga datang dari keuntungan atas transfer aset ke perusahaan lainnya.
Dengan realisasi kinerja tersebut, BRI Danareksa Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli saham ANTM dengan target harga Rp 2.000.

