Petrosea (PTRO) Teken Kontrak Penambangan Rp 16 Triliun
JAKARTA, investortrust.id – PT Petrosea Tbk (PTRO) menandatangani kontrak jasa pertambangan senilai Rp 16 triliun dari PT Vale Indonesia Tbk (INCO) berjangka waktu 10 tahun. Kontrak baru ini akan berdampak positif terhadap kinerja keuangan dan operasional perseroan.
Manajemen PTRO dalam penjelasan resminya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (8/4/2025), menyebutkan bahwa penandatanganan kontrak baru jasa pertambangan ini telah dilaksanakan pada 8 April 2025. Petrosea (PTRO) akan memberikan jasa penambangan dan pengangkutan material bijih nikel Bahadopi Blokc 2 & 3 miliar Vale.
Baca Juga
Prajogo Pangestu Gelontorkan Dana Buyback 4 Saham Emitennya Rp 5 Triliun, Pasar Merespons Positif
“Perolehan kontrak baru ini merupakan bagian dari implementasi strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan penciptaan nilai,” tulis manajemen PTRO dalam penjelasan resminya.
Sedangkan Chief of CEO Office and Corporate Secretary Wiwik Wahyuni mengatakan, dalam penjelasan resminya bahwa penunjukan kontraktor jasa penambangan ini akan memperkuat operasional bisnis INCO dengan tambahan produksi bijih nikel dari area blok 2&3 Bahadopi untuk melengkapi blok Sorowako yang telah beroperasi selama ini.
Sebelumnya, PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) melalui anak usahanya PT Kreasi Jasa Persada telah menggelontorkan dana lebih dari Rp 564,9 miliar untuk menambah sebanyak 289,05 (2,86%) saham Petrosea (PTRO) sepanjang Maret 2025.
Baca Juga
Aksi borong tersebut memperkuat posisi Petrindo (CUAN), perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu, sebagai pengendali dengan kepemilikan saham bertambah dari 41,51% menjadi 44,38% hingga akhir Maret 2025. Sebaliknya PT Caraka Reksa Optima selaku pemegang saham PTRO terbanyak kedua mengalami penurunan dari 30,20% menjadi 29,56% saham.
Petrosea (PTRO) berhasil mencatatkan kenaikan pendapatan sebanyak 19,60% menjadi US$ 690,81 juta pada 2024, dibandingkan periode sama tahun sebelumnya US$ 577,62 juta. Sebaliknya laba bersih tahun berjalan turun 20,02% dari US$ 12,20 juta menjadi US$ 9,70 juta.

