Bursa Asia Longsor, Hang Seng Anjlok 10% dan CSI Tiongkok Hilang 4,8%
TOKYO, Investortrust.id - Bursa saham Asia Pasifik longsor memperpanjang aksi jualnya pada Senin (7/4/2025) karena kekhawatiran perang dagang global yang dipicu tarif impor Presiden AS Donald Trump.
Dilansir dari CNBC, bursa saham Hong Kong memimpin penurunan di kawasan tersebut, dengan Indeks Hang Seng turun 10,21% pada pukul 09.52 waktu setempat pada Senin. Sementara itu, Indeks Teknologi Hang Seng Hong Kong anjlok 12,11%.
Sejumlah perusahaan dengan kinerja terburuk dalam indeks tersebut adalah Sunny Optical Technology Group anjlok 17,16%, BYD Electronic International turun 16,85%, dan Lenovo Group kehilangan 16,58%.
Sementara itu, indeks CSI 300 di Tiongkok daratan turun 4,82%.
Baca Juga
Efek Tarif Impor Trump, Wall Street Terjun ke Jurang 'Merah' hingga Bursa Eropa Hancur Lebur
Adapun indeks acuan Taiex Taiwan anjlok 9,62% menjadi 19.249,82 pada pukul 09.37 waktu setempat, level terendah sejak Maret 2024. Penurunan terjadi di seluruh industri, dengan kerugian dipimpin sektor bahan dasar, teknologi, energi dan siklus konsumen.
Saham dengan kinerja terburuk, meliputi Allis Electric, President Securities Corp, dan TECO Electric Machinery, semuanya turun sebesar 10%.
Di Jepang, indeks acuan Nikkei 225 turun 6,38% hingga menyentuh level terendah dalam 18 bulan. Sementara indeks Topix anjlok 6,52%. Sebelumnya, perdagangan berjangka Jepang dihentikan secara otomatis karena pasar mengalami tekanan jual hebat.
Di Korea Selatan, indeks Kospi turun 4,32%, sementara indeks berkapitalisasi kecil Kosdaq turun 3,52%.
Adapun S&P/ASX 200 Australia anjlok ke levell terendah dalam lebih 18 bulan. Indeks acuan anjlok 6,46% pada pukul 10.50 waktu standar timur Australia menjadi 7.170,60, level terendah sejak Oktober 2023. Penurunan tajam terjadi pada saham sektor pertambangan, perbankan, dan keuangan.
Harga minyak
Sementara itu, harga minyak mentah AS anjlok di bawah US$ 60 per barel pada Minggu (6/4/2025) waktu Amerika Serikat (AS). Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS turun lebih 3% menjadi US$ 59,74, terendah sejak April 2021.
Pejabat ekonomi utama Trump menepis kekhawatiran inflasi dan resesi. Mereka menyatakan bahwa tarif impor akan tetap berlaku apa pun yang terjadi di pasar.
Baca Juga
Simak! 3 Saran Investasi dari Warren Buffett di Tengah Kejatuhan Pasar Saham
Bursa saham AS mengalami longsor pada Jumat (4/4/2205), setelah China membalas dengan tarif baru atas barang-barang AS, sehingga memicu kekhawatiran perang dagang global yang dapat menyebabkan resesi di ekonomi terbesar di dunia.
Dow Jones Industrial Average turun 2.231,07 poin atau 5,5% menjadi 38.314,86 pada Jumat, penurunan terbesar sejak Juni 2020 selama pandemi Covid-19. S&P 500 anjlok 5,97% menjadi 5.074,08, penurunan terbesar sejak Maret 2020.
Sementara itu, Nasdaq Composite, mencakup perusahaan teknologi yang menjual ke China dan memproduksi di sana, turun 5,8% menjadi 15.587,79. Hal ini menyebabkan indeks turun 22% dari rekor tertingginya Desember 2024.

