Rosan Bakal Lakukan Ini Setelah Saham BUMN Masuk Danantara
JAKARTA, investortrust.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Roeslani mengungkap rencana setelah seluruh saham badan usaha milik negara (BUMN) masuk ke Danantara. Saat ini Rosan masih menunggu proses penggabungan atau inbreng saham-saham BUMN ke Danantara hingga rampung seluruhnya.
"Harapannya nanti semuanya berjalan lancar di Danantara, prosesnya baik, semangatnya juga positif," katanya saat ditemui di kediamannya, Jalan Widya Chandra V, Jakarta, Selasa (1/4/2025).
Baca Juga
Danantara akan Diguyur Dividen Bank Himbara Rp 47,91 Triliun pada April, Intip Perhitungannya
Rosan menjamin bakal terus menjaga sentimen positif pasar terhadap kinerja Danantara. Pria yang juga menjabat sebagai menteri investasi dan hilirisasi/kepala BKPM ini mengatakan, manajerial Danantara akan mengutamakan tata kelola usaha yang transparan, akuntabel, dan berintegritas.
"Sehingga kita melakukannya ke depannya, sentimen positif ini akan terus berkembang ke depannya," ungkap dia.
Sebagai informasi, pemerintah telah mengalihkan saham mayoritas di 13 BUMN berstatus perusahaan terbuka dari kepada PT Biro Klasifikasi Indonesia (Persero) atau BKI sebagai bagian dari pembentukan holding operasional Danantara.
Pengalihan itu tertuang melalui beleid Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 15 Tahun 2025 tentang Penambahan Penyertaan Modal Negara ke dalam Modal Saham Perusahaan Perseroan (Persero) PT Biro Klasifikasi Indonesia untuk pendirian Holding Operasional.
PP tersebut merupakan turunan dari Undang-Undang Nomor 1/2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang- Undang Nomor 19/2003 tentang Badan Usaha Milik Negara yang seluruh sahamnya dimiliki oleh negara Indonesia melalui menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Pengalihan saham dengan skema inbreng kepada BKI dilaporkan manajemen 13 emiten BUMN melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Senin (24/3/2025). Diketahui dari 13 BUMN itu, antara lain adalah empat perseroan himbara, yakni PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN).
Baca Juga
Seluruh Saham BUMN Terbang hingga Beberapa Cetak ARA Hari Ini, Danantara mulai Masuk Pasar Saham?
Selain itu ada empat perseroan yang berasal dari BUMN karya, yakni PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT PP (Persero) Tbk. (PTPP).
Kemudian ditambah dengan lima BUMN dari lintas sektor, seperti PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR), PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Garuda Indonesia(Persero) Tbk (GIAA), dan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS).

