Fidelity Investments Prediksi Bitcoin Bisa Salip Emas dalam 2 Dekade, Didukung Kebijakan AS
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Makro Global Fidelity Investments Jurrien Timmer membuat prediksi berani bahwa harga Bitcoin dapat melampaui emas sebagai aset penyimpan nilai utama dalam satu atau dua dekade mendatang.
Meski optimistis, Timmer menyatakan bahwa kenaikan tersebut tak akan terjadi secara instan, melainkan mengikuti pola adopsi teknologi yang kompleks. Ia menjelaskan, Bitcoin mungkin akan tumbuh mengikuti kurva hukum pangkat atau lintasan kurva S, yang telah digunakan dalam mengukur adopsi internet.
Kurva hukum pangkat menunjukkan bagaimana laba dalam ekosistem yang berkembang sering kali terdistribusi secara tidak merata, sementara kurva S menggambarkan bagaimana teknologi melewati berbagai tahap adopsi. Mulai dari pengenalan hingga mencapai titik jenuh.
”Akankah Bitcoin menyalip emas? Saya rasa itu mungkin, tetapi menurut saya tidak akan terjadi dalam waktu dekat,” ujar Timmer, dilansir dari CryptoNewsFlash, Minggu (30/3/2025).
Baca Juga
Harga Bitcoin Jatuh ke US$ 84.000 Imbas Kekhawatiran Inflasi dan Gejolak Perdagangan
Namun, ia juga menyoroti tantangan besar bagi Bitcoin. Jika emas mampu mempertahankan tingkat pertumbuhan tahunan gabungan atau compound annual growth rate (CAGR) historisnya sebesar 8%, Bitcoin harus mengungguli laju tersebut agar dapat mengejar kapitalisasi pasar emas.
“Tantangan lain bagi Bitcoin dalam perjalanan ini adalah uang tunai dapat memenangkan perlombaan jika tumbuh pada tingkat yang ditunjukkan oleh kedua model tersebut,” kata Timmer.
Sementara itu, analis dari The Digital Chamber Perianne Boring memperkirakan bahwa Bitcoin dapat mencapai kapitalisasi pasar emas lebih cepat, yakni pada 2025. Namun, capaian ini bergantung pada keberhasilan Bitcoin dalam menjadi cadangan strategi Amerika Serikat (AS).
“Jika Donald Trump berhasil mengajukan banyak proposal yang dijanjikannya kepada masyarakat, langit adalah batasannya karena Bitcoin memiliki pasokan tetap,” ucapnya.
Baca Juga
Harga Emas Tembus Rekor Tertinggi, Bitcoin Lagi-lagi Gagal Tiru Reli Sang Logam Mulia
Berdasarkan model stock to stock flow (S2F), Boring meyakini bahwa bitcoin dapat mencapai harga US$ 800.000 per koin, yang akan mendorong kapitalisasi pasarnya hingga US$ 15 triliun.
Di sisi lain, salah satu bank terbesar di Jerman yakni Deutsche Bank, melihat semakin sedikit perbedaan antara Bitcoin dan emas. Dalam laporan terbarunya, bank ini menyebut Bitcoin sebagai tempat penyimpanan kekayaan digital, serupa dengan emas.
Deutsche Bank juga menekankan bahwa kebijakan strategi AS terhadap Bitcoin dapat menjadi tolok ukur baru bagi sistem keuangan global, mengubah cara dunia memandang aset kripto dalam konteks makro ekonomi.
Menilik data Coinmarketcap, Minggu (30/3/2025) pukul 08.55 WIB harga BItcoin (BTC) terpantau turun 1,55% dalam 24 jam terakhir ke level US$ 82.878. Sedangkan harga emas di pasar spot menembus posisi US$ 3.000 per troy ounce awal bulan ini dan mencapai beberapa rekor tertinggi, melonjak lebih dari 15% sepanjang 2025.

