Catat! Ini Jadwal Pembayaran Dividen BRI, Bank Mandiri, BNI dan BTN
JAKARTA, investortrust.id - Empat bank pelat merah alias Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) telah mengumumkan besaran hingga jadwal pembayaran dividen. Dividen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) atau BRI dan PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) akan dibayarkan pada 23 April 2025. Sedangkan, dividen PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) akan dibayarkan dua hari kemudian, tepatnya 25 April 2025.
PT Bank Rakyat Indonesia Tbk
Seperti diketahui, BRI akan membagikan dividen final Rp 31,39 triliun atau Rp 208,4 per saham. Hal tersebut diputuskan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST) perseroan pada Senin (24/3/2025). Jumlah tersebut termasuk dividen Interim yang telah dibagikan kepada Pemegang Saham pada tanggal 15 Januari 2025 sejumlah Rp 20,33 triliun atau sebesar Rp 135 per saham. Dengan demikian, sisa jumlah dividen tunai yang akan dibayarkan kepada pemegang saham sebesar-besarnya Rp 31,39 triliun atau sebesar Rp 208,40 per saham.
Baca Juga: BRI (BBRI) Tebar Dividen Rp 51,73 Triliun, Bersiap Buyback Rp 3 Triliun
PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Sementara itu, Bank Mandiri akan membagikan 78% dari laba tahun buku 2024 senilai Rp 43,51 triliun atau Rp 466,18 per saham. Hal ini telah diputuskan dalam RUPST yang digelar Selasa (25/3/2025). Sementara itu, sebesar Rp 12,27 triliun atau 22% dari laba bersih akan dialokasikan sebagai laba ditahan.
Adapun, dari nilai dividen tersebut, sebanyak Rp 22,62 triliun akan disetorkan kepada negara atas kepemilikan 52% saham Bank Mandiri. Lebih rinci, besaran dividen per lembar saham atau dividen per saham bank berkode emiten BMRI ini mencapai sekitar Rp 466,18, meningkat 31,71% secara year on year (YoY). Sepanjang tahun 2024, Bank Mandiri berhasil membukukan laba bersih sebesar Rp 55,8 triliun dengan kualitas aset yang terus mengalami perbaikan.
Sekretaris Perusahaan Bank Mandiri M Ashidiq Iswara dalam laporan keterbukaan informasi BEI, Kamis (27/3/2025) menyebutkan, dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham perseroan yang namanya tercatat dalam Daftar Pemegang Saham Perseroan (DPS) atau recording date pada tanggal 15 April 2025.
Adapun pembayaran dividen tunai dilaksanakan melalui KSEI dan akan didistribusikan pada 23 April 2025 ke dalam Rekening Dana Nasabah (RDN) pada perusahaan efek dan atau bank kustodian di mana pemegang saham membuka sub rekening efek. Sedangkan bagi pemegang saham perseroan yang sahamnya tidak dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, maka pembayaran dividen tunai akan ditransfer ke rekening pemegang saham perseroan.
Baca Juga
Bagi Dividen Rp 374 per Saham, Putrama Bakal Duet dengan Alexandra di BNI?
PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI)
BNI akan membagi dividen senilai Rp 13,95 triliun. Alokasi dividen itu setara 65% dari koleksi laba bersih tahun buku 2024 sebesar Rp 21,46 triliun. Sehingga para investor akan mendapat jatah dividen Rp 374,06 per lembar. Dari total dividen tersebut, pemegang saham mayoritas yaitu negara akan menerima Rp 8,37 triliun. Selanjutnya, sisa 35% dari laba bersih atau Rp 7,51 triliun sebagai saldo laba ditahan untuk memperkuat permodalan, dan mendukung ekspansi bisnis ke depan.
Hal tersebut diputuskan dalam RUPST perseroan pada Rabu (26/3/2025). Kebijakan pembagian dividen itu, berdasar data keuangan per 31 Desember 2024 dengan koleksi laba bersih Rp 21,46 triliun. Saldo laba ditahan dengan alokasi penggunaan belum ditentukan Rp 7,51 triliun. Total ekuitas Rp 167,18 triliun.
Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS pada penutupan perdagangan tanggal 16 April 2025. Lalu bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai dilaksanakan melalui KSEI dan akan didistribusikan pada tanggal 25 April 2025 ke dalam RDN.
Baca Juga
BTN (BBTN) Tebar Dividen Rp 751,83 Miliar, Setara Rp 53,57 per Saham
PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN)
Bank BTN bakal menebar dividen Rp 751,83 miliar. Di mana para investor akan mendapat setoran dividen Rp 53,57 per lembar. Selanjutnya, dividen bagian negara Rp 451,09 miliar sebagai representasi kepemilikan 60% saham perseroan. Berikutnya, sebesar 75% atau sejumlah Rp 2,25 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha perseroan.
Keputusan ini disampaikan dalam RUPST yang digelar di BNI Tower pada Rabu (26/3/2025) lalu. Adapun pembagian dividen ini berasal dari 25% laba bersih perusahaan sepanjang tahun 2024 sebesar Rp 3 triliun.
Dividen tunai akan dibagikan kepada pemegang saham yang namanya tercatat dalam DPS pada 16 April 2025. Bagi pemegang saham yang sahamnya dimasukkan dalam penitipan kolektif KSEI, pembayaran dividen tunai dilaksanakan melalui KSEI dan akan didistribusikan pada 25 April 2025 ke dalam RDN.

