Bagi Dividen Rp 374 per Saham, Putrama Bakal Duet dengan Alexandra di BNI?
JAKARTA, investortrust.id - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) atau BNI menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada hari ini, Rabu (26/3/2025) pagi. Rapat tersebut akan membahas tujuh mata acara.
Salah satu yang ditunggu adalah pembagian dividen. Adapun pemegang saham BNI menyetujui pembagian dividen tahun buku 2024 sebesar Rp 13,9 triliun atau Rp 374 per saham. Jumlah itu mengindikasikan dividend yield sebesar 9,6% berdasarkan harga saham per penutupan bursa hari Selasa (25/3/2025) di level Rp 3.900 per lembar.
"Jumlah dividen tersebut setara 65% dividend payout ratio dibandingkan tahun 2023 yang 50%. Ini menandai dividend payout ratio tertinggi sepanjang sejarah perseroan dan di atas guidance manajemen pada earnings call sepanjang 2024 sebesar 50%-60%," tulis Stockbit Sekuritas, Rabu (26/3/2025) seraya menambahkan bahwa cum date dan tanggal pembayaran belum diumumkan.
Sementara itu, Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo dalam siaran persnya, Rabu (26/3/2025) menjelaskan, RUPST menyetujui penggunaan Laba bersih perseroan 2024 sebesar Rp 21,46 triliun, di mana 65% dari laba bersih tersebut senilai Rp 13,95 triliun atau Rp374 per saham akan dibayarkan secara proporsional sebagai dividen tunai. Sedangkan 35% lainnya dari laba atau senilai Rp7,5 triliun akan digunakan sebagai saldo laba ditahan untuk pengembangan usaha berkelanjutan BNI Group ke depan. Perseroan akan menyetorkan Rp 8,37 triliun sebagai dividen bagian negara.
Rapat menyetujui pembelian kembali (buyback) saham perseroan sebesar-besarnya Rp 1,5 triliun. Buyback dilakukan untuk memberikan indikasi kepada investor bahwa perseroan memandang harga saham BBNI saat ini tidak mencerminkan fundamental perseroan.
RUPST menyetujui rencana pengalihan saham hasil buyback untuk pelaksanaan Program Kepemilikan Saham Pegawai dan/atau Direksi dan Dewan Komisaris yang memenuhi syarat untuk memiliki saham perseroan dan/atau dalam rangka pengalihan lainnya sesuai persetujuan OJK.
”Dengan adanya program ini, diharapkan dapat memperkuat engagement terhadap perseroan sekaligus meningkatkan kinerja dan prinsip prudent risk taking dari manajemen dan pegawai,” kata Okki.
Selain dividen, agenda yang juga menjadi sorotan investor adalah perubahan susunan pengurus BNI. Salah satu anggota direksi yang periode kepengurusan berakhir tahun ini adalah Direktur Utama BNI Royke Tumilaar yang diangkat melalui RUPSLB pada tahun 2020 silam.
Royke diangkat melalui RUPSLB pada 2 September 2020. Mantan direktur utama Bank Mandiri itu sempat disebut-sebut akan diperpanjang untuk periode kedua.
Namun, belakangan nama Putrama Wahju Setywan yang saat ini menjabat Wakil Direktur Utama BNI menguat sebagai kandidat direktur utama blank pelat merah tersebut. Selain itu, Putrama dikabarkan akan berduet dengan Alexandra Askandar, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri.
Lantas, seperti apa sosok nama calon kuat direktur utama dan wakil direktur utama BNI tersebut? Simak ulasan profilnya berikut ini:
● Putrama Wahju Setywan
Putrama Wahju Setywan lahir pada tahun 1969. Ia memperoleh gelar Sarjana (S1) Kehutanan di Universitas Gadjah Mada, dan Magister (S2) Akuntansi, Universitas Gadjah Mada.
Putrama memiliki karier yang cukup moncer di dunia perbankan. Ia sebelumnya pernah menjabat sebagai Direktur Bisnis Korporasi dan Direktur Treasury dan Internasional di BNI pada 2020.
Selain itu, Putrama juga pernah memimpin PT Jaminan Kredit Indonesia sebagai Direktur Utama selama periode 2020 hingga 2022. Melanjutkan kariernya, dia menjabat Direktur Retail Banking BNI pada periode 2022 hingga 2024.
Gedung PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI. Foto: Istimewa
● Alexandra Askandar
Alexandra Askandar sebelumnya menjabat sebagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri. Alexandra Askandar merupakan sosok wanita yang inspiratif di dunia perbankan Indonesia dengan karier yang bersinar.
Perempuan kelahiran 9 Januari 1972 silam ini merupakan lulusan Sarjana Ekonomi Universitas Indonesia dan MBA Boston University, Amerika Serikat. Alexandra Askandar dibesarkan dalam keluarga yang mengenal dengan dunia perbankan. Ayahnya adalah seorang bankir senior di Indonesia, yakni Askandar.
Alexandra Askandar telah berkarier di Bank Mandiri sejak tahun 2000. Sebelum menjabat sebaagai Wakil Direktur Utama Bank Mandiri, Alexandra Askandar sebelumnya menjabat sebagai Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri pada tahun 2018 sampai dengan 2019.
Lalu pada tahun 2019 hingga tahun 2020, Alexandra Askandar menduduki jabatan sebagai Direktur Corporate Banking. Karena pengalaman dan dedikasinya di dunia perbankan membuat Alexandra Askandar dipercaya sebagai Direktur Corporate Bank Mandiri sebelum akhirnya menjadi Wakil Direktur Utama.